Oleh: ROMEO ATALLA MAHASIN MAHASISWA KKN UNISRI DI DESA MANYAREJO, SRAGEN.
Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata. ( KKN ) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, melaksanakan kegiatan Sosialisasi “Waspada Scam Digital Tingkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Melindungi Data Pribadi” bagi Masyarakat Desa Manyarejo di Sragen pada Minggu (26/07/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang masyarakat dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai informasi tentang adanya scam digital khususnya melalui media elektronik yaitu handphone (HP).
Dalam upaya meningkatkan literasi digital dan kesadaran masyarakat terhadap maraknya kejahatan siber, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Waspada Scam Digital: Lindungi Data Pribadi dari Ancaman Peretasan.” Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk penipuan digital (scam), modus yang sering digunakan pelaku, serta langkah-langkah pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan siber.
Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai pengertian scam digital, jenis-jenis scam seperti phishing, smishing, vishing, scam marketplace, investasi bodong, hingga giveaway palsu. Selain itu, dijelaskan pula berbagai modus yang sering digunakan pelaku, seperti mengaku sebagai petugas bank, kurir, atau instansi resmi untuk memperoleh data pribadi korban.
Narasumber juga menjelaskan dampak yang dapat ditimbulkan apabila data pribadi jatuh ke tangan pelaku, mulai dari pembobolan rekening, penyalahgunaan identitas, peretasan akun media sosial, hingga kerugian psikologis dan sosial. Oleh karena itu, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan OTP, menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), serta menghindari tautan mencurigakan.
Selain materi pencegahan, peserta juga dibekali langkah-langkah yang harus segera dilakukan apabila menjadi korban scam digital, seperti mengganti seluruh kata sandi, memblokir layanan mobile banking, menghubungi pihak bank, menyimpan bukti, serta melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian tips aman berinternet melalui prinsip THINK (Think, Have, Inspect, Never, keep) sebagai panduan sederhana dalam menjaga keamanan data pribadi di era digital.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital, mampu mengenali ciri-ciri scam sejak dini, serta menerapkan kebiasaan yang aman dalam menggunakan layanan digital sehingga risiko kebocoran data pribadi dapat diminimalkan.
**.










