Rumah Rubuh, Kami Mohon Pemerintah Kabupaten Hadir

Kondisi rumah Mariah, yang rubuh (F. Patar Sianipar)

Bintan, Kepri Mariah,(55) Ketua RT Ketua RT.01/RW.01 Dusun 1 Teluk Merbau, kampung panglong dapur arang, Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong, yang mengalami rumah rubuh pada tanggal 23 Mei 2026, masih dapat mengucapkan rasa syukurnya atas musibah yang menimpa rubuhnya rumah yang ia tempati.

Mariah menyampaikan, bahwa kejadian yang dimulai dari rubuhnya lantai rumah, dimulai dari lantai dikamar anaknya disaat tidur nyenyak bersama suaminya. sekira pukul 02.15 WIB, sangat kaget, namun saat itu anaknya lagi tidak berada dirumah, sehingba tidak memakan kirban jiwa.

Lantai rumahnya rubuh ke laut dan esok harinya plafonnya pun rubuh juga disusul lantai yang lainnya.. Kejadiannya ini disampaikan Mariah dilokasi rumahnya yang rubuh, Jum’at (05/06/2026) siang.

Mariah didampingi wakil ketua BPD Desa Berakit, Ragil saat memberi ketetangan (F. Patar Sianipar)

Dikesempatan yang sama, beberapa waktu lampau juga sejak tahun 2019 ada juga rumah warga yang rubuh, bahkan rubuh total. Hal ini disampaikan Ragil Maulidul Lail (25) Wakil Ketua BPD Desa Berakit.

Ragil lebih lanjut menyampaikan bahwa jumlah rumah bantuan Pemkab Bintan pada tahun 2014 lalu, berkisar 60 unit.

Saat itu adalah dikepemimpinan Ansar Ahmad tengah menjabat sebagai Bupati Bintan, dimana rumah itu dibangun dan diperuntukkan untuk tempat tinggal para suku laut yang hidupnya selama ini hidup disampan, dengan biaya 45 juta rupiah/unit rumah.

Saat ini, dilokasi terlihat beberapa unit rumah lainnya yang sangat memprihatinkan, dimana beberapa rumah sudah ambruk lantai dan dinding sudah retak.

Ada juga beberapa rumah yang tampak akan mengalami hal serupa, hingga pemilik rumah tidak berani tinggal dirumahnya, bahkan ketua RT, yang telah habis masa jabatannya tanggal 2 Juni lalu, dimana ia yang mengalami musibah ini harus menumpang dirumah anaknya di Teluk Bakau.

Ina, tetangga Mariah pemilik rumah yang rubuh, yang khawatir akan menimpa rumahnya. (F. Patar Sianipar)

Salah seorang tetangga Mariah, Ina (39) yang meragukan atas robohnya rumah ini, sepertinya akan berefek ke rumahnya, karena kemiringannya mengarah ke rumah tinggalnya.

“Saya berharap pihak Desa dapat melakukan perobohan total bangunan yang sudah roboh ini, agar tidak menimpa rumah lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Monika Sabariati (55) warga Panglong, meminta jika hendak dibangun kembali rumah di lokasi ini, hendaklah dibangun rumah berdinding papan, lantainya semen, dan dibangun agar lebih tinggi lantainya dari posisi saat inu, karena jika musim utara, air selama selalu menggenangi rumah.

“Intinya minta dindingnya harus dari papan, karena kalau rusak bisa diperbaiki dan mampu beli kalau rusak,” ucapnya.

Ragil melanjutkan pembicaraan, kiranya Pemerintah Kabupaten Bintan dalam hal ini, Bupati diminta agar turun kelokasi kejadian, agar dapat dicarikan solusi atas musibah ini.

“Kami adalah rakyat yang mempunyai pimpinan dari mulai tingkat desa, kecamatan hingga bupati,” paparnya.

“Memang, beberapa hari lalu setelah kejadian Senin 25 Mei 2026, Camat Teluk Sebong, Nuraini saat mengunjungi lokasi, meminta kepada ketua BPD untuk mendata kondisi rumah yang mengalami kerusakan,” pungkasnya.

Patar Sianipar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses