Warga Nilai Program KOTAKU Asal Jadi

Pekerjaan jalan semenisasi redmik,tidak sesuai spesifikasi Rencana Anggaran.(f.james)

Karimun,Silabusnews.com – Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) penataan lingkungan permukiman , dengan jenis pekerjaan jalan Seminisasi Redmix dengan Paping block ditengahnya berlokasi di RT 01 dan RT 04 RW 06, Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau dinilai tidak sesuai dengan pelaksanaanya maupun spesifikasi dan RAB (Rencana Anggaran Biaya).Selasa (29/10/2019)

Pantauan di lokasi Senin (28/10) pelaksanaan program KOTAKU seminisasi jalan dan pemasangan Drainase, badan jalan yang sudah diseminasi terlihat retak dan Paping Block yang ditengahnya sudah ada turun ( tidak rata) . Parahnya gorong gorong tidak terlihat dicor atau di Semen ,tetapi hanya ditimbun dengan tanah.

Meskipun pembangunannya masih dalam pengerjaan sampai akhir November , namun terlihat jalan Seminisasi Redmix dengan paduan batu Paping Block di tengahnya serta Drainase yang asal- asalan tetap dikerjakan oleh pihak penerima bantuan dari Kementrian tersebut.

Sekedar untuk diketahui, program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang berlokasi di RT 01 dan RT 04 RW 06 Kelurahan Baran Barat jenis kegiatan jalan Seminisasi dengan nilai Anggaran Rp. 562,780,000 yang bersumber dari Dana Hibah Tahun 2019.

Ketika awak Media Silabusnews com. menyambangi kantor koordinator KOTAKU Karimun yang beralamat Kampung Harapan Kecamatan Tebing , Mardison mengatakan, bahwa seminisasi yang menggunakan Paping Block di tengahnya sudah merupakan hasil keputusan musyawarah dengan masyarakat dan para RT setempat yang diteruskan ke pihak kelurahan”, ungkapnya.

” Pengambilan keputusan untuk pembangunan jalan Redmix dengan Paping block di tengahnya dari program KOTAKU tersebut menurutnya, atas dasar permintaan dan keputusan dari masyarakat RT 01 RT 04 RW 06.” katanya.

Kegiatan ini, sambungnya untuk perawatan jalan yang sudah diseminasi nantinya akan diserahkan kepada masyarakat ( lingkungan) sebagai penerima program Kotaku secara swadaya ,ujarnya.

Namun, ketika ditanya soal ketahanan antara seminisasi dengan Paping Block maupun uji kelayakan rasio kekuatan Mardison enggan menjawab .

Begitu pula terkait kewenangan pengambil keputusan terkait penggunaan Paping Block pada badan jalan, beliau juga tidak menjawab.

” Untuk soal teruji dan tidak teruji itu , kita tidak tau. Namun kita mengunakan Paping Block kwalitas terbaik,” terangnya. Mardison.

Sementara itu , salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya menerangkan, bahwa batu Paping Block kalau diketok sedikit saja pecah, belum lagi bagaimana dilalui kendaraan roda empat dan enam, sudah pasti jalan tersebut tidak cukup tahan menahan beban ,” ujarnya kecewa

Siapa yang mempunyai wewenang untuk menyetujui jalan tersebut ditengahnya harus menggunakan batu Paping Block, tutupnya.

Penulis: (Mes)

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.