Domi Pelajar SMA mengerjakan tugas sekolah di warung.(f.M Efendi)
Silabusnews.com,Ketapang – Dimasa Pandemi Covid-19 sebagian aktifitas Pendidikan dikerjakan secara Online, baik itu proses belajar mengajar maupun mengerjakan tugas sekolah dan atau menjawab soal ujian.
“Domi,
siswa SMA Petrus,
warga Desa Batu Mas, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, kepada awak media yang ditemui di sebuah warung pada Senin(15/06/2020) mengeluhkan sulitnya aktifitas berbasis Online yang sangat tergantung kepada Jaringan dan susahnya signal.
Domi menuturkan Bahwa di Desa Batu Mas tempat tinggalnya susah signal, untuk mendapat signal yang bagus ia harus menempuh jarak lebih kurang 15Km.
“Di desa kami Batu Mas susah signal, maka dengan ini kami harus menempuh jarak sekitar 15 km dan mengeluarkan minyak motor 2liter ke Kecamatan Pemahan untuk mencari signal yg bagus,”tutur Domi.
Lebih lanjut dikatakannya dalam seminggu untuk bolak balik membutuhkan minyak 14liter.
“Kalau seminggu bolak balik ke kecamatan pemahan membutuhkan 14 liter minyak bensin dengan harga Rp10.000 perliter artinya saya harus mengeluarkan Rp140.000 permunggu untuk mengerjakan mata pelajaran,” lanjut Domi.
Domi brharap agar di Desanya berdiri Tower.
Suprianus Purba, Kepala Desa Batu Mas saat dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya sudah pernah mengirim surat kepada PT. Telkomsel Ketapang.
” Saya sebagai Kepala Desa sudah pernah mengirimkan surat kepada Perusahaan Telkomsel Ketapang, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan.Saya merasa kasihan kepada warga saya, kususnya siswa yang kemaren mengerjakan ujian nasional harus bolak balik ke kecamatan pemahan hanya untuk mencari signal,” ucap Suprianus.
Menurut Suprianus, sebelumnya Pejabat Kepala Desa yang dulu juga pernah mengirim surat ke PT. Telkomsel Ketapang, namun tidak juga ada tanggapan.
M. efendi









