Pemasangan Pipa Ipal Kerap Menimbulkan Bau Tak Sedap

Lingga, Silabusnews.com-

Setelah kedatangan dari tim Dinas Pekerjaan Umum(DPU) Pemkab Lingga, Rabu kemarin, (12/7/17) yang memantau pekerjaan tersebut beserta pihak kontraktor, juga di ikuti oleh rt dan rw yang berada di lingkungan mendapat bantuan tersebut, menurut pantauan awak media dalam penghitungan nya secara asal-asalan saja.

Salah seorang warga yang menerima bantuan (PK) yang tidak mau di sebut nama nya Kamis 13/7/17 kepada awak media memaparkan kejadian sewaktu tim dinas (PU) turun kelokasi pada rabu kemarin, dia mengatakan kedatangan pihak PU itu hanya di bohongi oleh kontraktor nya,mengapa pihak PU surve kelokasi dan meninjau tempat yang masalah hanya tidak seberapa.

Dia mengatakan masalah yang sebenar nya yang patal itu di dua rt, RT Wati, RW Kiki dan pihak dinas PU harus tau itu, pihak Dinas PU nggan berkomunikasi kepada masyarakat langsung yang mendapat bantuan, apa permasalahan di proyek yang selama ini tidak kunjung selesai.

Kata PK, Kami dari awal dan sampai sekarang melaporkan ke pihak kontraktor dan memberikan solusi untuk supaya lebih bagus ini pun tidak pernah di tanggapi,setiap kali pemasangan pipa ipal pembuangan yang kerap kali di pasang pihak kontraktor. “Masyarakat banyak memotong dengan alasan bau,, di tetangga nya sempat bertengkar suami istri gara gara bau, isrti nya sempat menuduh suami nya, dia bilang buang air besar tidak di siram,padahal bau yang menguap dari minhol, yang menedang balik ,dari pada itu alasan warga melepaskan pipa yang terpasang”. Ucapnya.

Wati ketua RT 01 kepada awak media,membenarkan bahwa menhol yang terpasang hanya kurang lebih 60% saja yang terpasang, mereka mencopot karna tidak tahan dengan bau yang menyebar, wati juga bilang ada beberapa unit rumah dari awal memang tidak di pasang dari pihak kontraktor. ungkap nya(su)

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.