BATAM – Tahun 2024 menjadi momentum bersejarah bagi Badan Pengusahaan (BP) Batam. Memasuki usia ke-54, lembaga yang menjadi motor penggerak pembangunan Pulau Batam ini mencatatkan transformasi luar biasa: dari sebuah pulau kecil di perbatasan, kini menjelma menjadi pusat logistik, industri, dan investasi bertaraf internasional.
Namun, di bawah kepemimpinan baru, Batam tidak hanya mengejar pertumbuhan angka. Fokus utama kini beralih pada bagaimana menciptakan kemajuan yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh dalam menghadapi dinamika global.
Menilik Transformasi: Dari Fondasi ke Global Hub
Perjalanan panjang Batam dimulai dari visi besar tahun 1970-an melalui Keppres Nomor 41 Tahun 1973. Sejarah mencatat tiga fase krusial pembangunan Batam: diawali dengan pembangunan infrastruktur dasar (1970–1980), disusul ledakan industri manufaktur dan alih kapal (1980–2000), hingga penguatan daya saing melalui status Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) pada dua dekade terakhir.
Kini, di fase keempat, BP Batam bertransformasi menjadi kawasan terintegrasi yang siap menjawab tantangan abad ke-21.

Duet Strategis: Harmonisasi Pengalaman dan Inovasi
Wajah baru BP Batam saat ini diwarnai oleh sinergi dua figur utama, yakni Amsakar Achmad sebagai Kepala BP Batam dan Li Claudia Chandra sebagai Wakil Kepala BP Batam. Kombinasi antara kematangan birokrasi dan semangat inovasi modern menjadi modal kuat bagi masa depan Batam.
Amsakar Achmad: Memperkokoh Fondasi Pertumbuhan Sebagai pemimpin dengan rekam jejak panjang dalam tata kelola pemerintahan, Amsakar Achmad menekankan bahwa pembangunan harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Arah kebijakannya berfokus pada:
-
Konektivitas Global: Mempercepat modernisasi pelabuhan, bandara, dan jalan industri untuk memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik dunia.
-
Reformasi Birokrasi: Menciptakan iklim investasi yang transparan melalui penyederhanaan perizinan dan pelayanan yang responsif.
-
Kesejahteraan Sosial: Memastikan geliat ekonomi lokal mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal dan meningkatkan kualitas hidup warga Batam.
Li Claudia Chandra: Katalisator Inovasi dan Ekonomi Hijau Melengkapi visi tersebut, Li Claudia Chandra hadir membawa perspektif baru yang progresif. Sebagai representasi generasi baru, ia mendorong transformasi digital dan ekspansi ke sektor-sektor masa depan:
-
Digitalisasi Layanan: Mengintegrasikan sistem perizinan berbasis teknologi untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan efisiensi.
-
Investasi Hijau: Menarik minat investor global yang berfokus pada Green Economy dan keberlanjutan lingkungan.
-
Diversifikasi Ekonomi: Mengoptimalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Nongsa Digital Park (NDP) serta mengembangkan sektor pariwisata bernilai tambah tinggi.
Tiga Komitmen Utama di Babak Baru Pembangunan
Di usia yang ke-54 ini, BP Batam tidak hanya merayakan sejarah panjang, tetapi juga secara resmi meresmikan babak baru pembangunan. Dengan paduan pengalaman matang dan semangat inovasi yang berorientasi global, kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra saat ini berupaya keras untuk mewujudkan tiga komitmen utama:
-
Infrastruktur Kelas Dunia
-
Iklim Investasi yang Kompetitif
-
Pembangunan yang Inklusif
Komitmen hari ini adalah untuk memastikan bahwa setiap perkembangan di Batam—mulai dari perluasan Bandara Hang Nadim hingga penyederhanaan perizinan digital—pada akhirnya bermuara pada satu tujuan. Tujuannya adalah mewujudkan Batam sebagai Smart and Sustainable City; kota yang sejahtera, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warganya, kini dan di masa depan.
Mari bersama-sama kita dukung langkah pasti ini, menjadikan Batam sebagai lokomotif ekonomi yang membanggakan bagi bangsa!










