Lapas Batam Buka Suara soal Keamanan, Layanan Kesehatan hingga Makanan Warga Binaan

Batam, Silabusnews.com – Pihak pengelola Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Batam memastikan pengamanan lingkungan berjalan ketat selama 24 jam penuh, menyikapi informasi beredar dugaan adanya upaya penyusupan barang dari luar yang sempat dikira menggunakan drone.

 

“Pengamanan kami terbagi dalam tiga shift bergantian setiap harinya. Ada ratusan personel yang berjaga agar kondisi tetap terkendali,” ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Batam, Andre saat dikonfirmasi, Senin siang (11/8/2026) di Ruang Kantornya.

 

Ia meluruskan informasi yang berkembang, bahwa dugaan penyusupan bukan menggunakan drone melainkan melalui pelemparan dari sisi jalan yang letaknya lebih tinggi dari tembok pembatas.

 

“Kami sudah beberapa kali mengamankan barang hasil lemparan tersebut dan menyerahkannya ke Polres. Kami juga terus berkoordinasi dengan kepolisian setiap kali ada informasi maupun temuan baru,” jelasnya.

 

Meski area sudah dipasangi kamera pengawas, wajah pelaku seringkali tidak terekam jelas karena terhalang tanaman dan pelaku menggunakan helm. Petugas juga rutin menindak kendaraan yang terlihat mencurigakan berhenti di lokasi pada jam-jam rawan.

 

Hingga saat ini belum ada angka pasti berapa kali kejadian serupa tercatat, namun setiap temuan langsung ditindaklanjuti. Barang yang diamankan diduga kuat berisi narkotika, meski penetapan jenis dan isinya menjadi wewenang kepolisian.

 

Soal Layanan Kesehatan

Pihak Lapas juga memiliki fasilitas kesehatan yang dikelola satu dokter berstatus Pegawai Negeri Sipil dan tiga perawat. Penanganan dilakukan sesuai kapasitas yang dimiliki, sedangkan kasus yang memerlukan penanganan spesialist akan dirujuk ke rumah sakit.

 

“Kami menangani berbagai keluhan kesehatan warga binaan. Untuk penyakit menular seperti TBC tersedia ruang isolasi dan observasi, dengan pengobatan rutin selama enam bulan. Kami juga bekerja sama dengan Puskesmas terkait pemantauan kesehatan, termasuk kasus HIV/AIDS yang datanya bersifat rahasia,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan di lokasi tersebut tidak ada tahanan wanita.

 

Kondisi Makanan dan Pembinaan

Terkait asupan makanan, menu disusun bergantian selama sepuluh hari lalu berulang kembali. Kualitas dan kebersihan makanan dipantau dokter serta petugas kesehatan secara berkala.

 

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak pernah terjadi kasus keracunan. Makanan sudah layak dan memenuhi standar,” ucapnya.

 

Pengolahan makanan dibantu 28 orang warga binaan yang dilibatkan sebagai bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan. Keterlibatan ini menjadi bagian penilaian dalam proses pembinaan menuju pembebasan nantinya./GO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses