Lokasi proyek penahan tanah di masjid besar Baitul Makmur Tanjung Uban ( Foto Patar Sianipar)
Silabusbews.com, Bintan — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bintan, mematangkan rencana untuk merampungkan proyek pembangunan dinding penahan tanah, di lokasi Masjid Besar Baitul Makmur, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.
Kepala Dinas Perkim Bintan, Juni Rianto melalui Sekretaris Dinas Perkim, Bayu Wicaksono menyampaikan, bahwa lanjutan proyek pembangunan dinding penahan tanah akan dijerjakan pada tahun ini.
Ia menyampaikan, bahwa pekerjaan awal masih terdapat kekurangan, makanya dilakukan pekerjaan lanjutan,pembangunan dinding penahan tanah yang akan dikerjakan pada tahun ini,” paparnya,Kamis 6/8/2020.
“Rencana alokasi anggaran akan diupayakan, dan akan disampaikan ke banggar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan perkiraan lama pekerjaan berkisar 2,5 bulan, untuk itu anggaran yang dibutuhkan tidak lalu besar,” lanjutnya
“Usulan yang kami ajukan, maksimal 200 juta rupiah, berapa dapatnya nanti, maka akan disesuaikan pekerjaannya,” ujarnya.
Pada pekerjaan lanjutan, akan meneruskan pekerjaan dinding penahan tanah karena belum selesai,baru sebagian.
Ketika ditanyakan, mengapa pada pekerjaan tahap awal banyak menuai kritikan, dimana anggaran sebesar 1,4 miliar rupiah, namun hasilnya seperti saat ini.
Ia menyampaikan bahwa penyusunan anggaran sudah sesuai standart, sudah mengikuti analisa harga satuan pekerjaan, dan sudah melalui perhitungan mekanisme.
“Dalam menyusun anggaran telah ada standartnya, jadi dalam hal ini, pihaknya telah mengacu sebagaimana digariskan peraturan menteri, semua variabel sudah diikuti,” jelasnya
“Kami siap diaudit melalui lembaga resmi pemerintah dengan pekerjaan tersebut,dan itu pun sudah diaudit,” ujarnya.
Lebih rinci, disampaikan juga bahwa pada pekerjaan pertama, mengapa tidak menggunakan metode batu miring, karena setelah dihitung anggaran mencapai kisaran 4 miliar rupiah.
“Karena memakai batu miring mencapai 4 miliar rupiah, makanya, kita pakai metode baru, yang jauh lebih hemat” ujarnya.
Metode baru yang dipakai dijelaskannya, menggunakan metode membungkus tanah dengan memakai giotekstil. Setelah dibungkus giotekstil, selanjutnya ditimbun giosel baru kemudian media tanam rumput.
“Dibungkus tiga hingga lima lapisan, dan ketahanannya dapat mencapai 25 tahun, kalau tidak terbuka oleh udara,” katanya.
Dengan adanya masukan dan kritikan atas pengerjaan proyek ini, pihaknya membuka diri untuk diskusi, dan tentunya kami akan menjelaskan sesuai dengan kompetensi kami,” pungkasnya.
(PS)









