Foto bersama sesaat sebelum ekspor ayam hidup ke Singapura.(F-SN/5NLQ)
Bintan, Kepri – Kembali PT Indojaya Agrinusa (PT. Japfa Comfeed), melakukan ekspor ayam hidup yang ketujuh kalinya sebanyak 28 ribu ekor lebih, yang dimuat dalam enam kontainer, dengan berat ayam perekornya berkisar 2,1 Kilogram, dengan total berat keseluruhan 57 ton melalui pelabuhan Sri Intan Payung, Tanjungpinang, Senin (06/10/2025) sore.
Diketahui, hingga saat ini, ekspor ayam hidup ini merupakan satu-satunya kegiatan ekspor ayam hidup di Indonesia.
Acara seremonial pelepasan ekspor ayam hidup ini di lakukan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Hewan Republik Indonesia, Agung Suganda dan undangan lainnya. GM PT. Indo Jaya Agrinusa, Anwar Tandiono (Acai)

GM PT. Indo Jaya Agrinusa, Anwar Tandiono (Acai) saat menyampaikan sambutannya.(F-SN/5NLQ)
Anwar Tandiono menyampaikan Data Ekspor Ayam Hidup (Live Bird) Bintan Ke Singapura berdasarkan pengiriman (ekspor) yakni :
Ekspor perdana pada tanggal 12 Mei 2023, melalui PT. Ciomas Adisatwa (Japfa Group) sebanyak 23.040 ekor.
Ekspor kedua pada tanggal 7 Juli 2023 melalui PT. Ciomas Adisatwa (Japfa Group) sebanyak 35.696 ekor.
Ekspor ketuga yakni pada tanggal 31 Agustus 2023 melalui PT. Ciomas Adisatwa (Japfa Group) sebanyak 35.000 ekor.
Sementara ekspor keempat pada tanggal 28 Juni 2024 melalui PT. Ciomas Adisatwa (Japfa Group) sebanyak 19.872 ekor.
Ekspor kelima pada tanggal 27 September 2024 melalui PT. Indojaya Agrinusa (Japfa Group) sebanyak 8.424 ekor.
Dan ekspor keenam pada tanggal 27 Agustus 2025 melalui PT. Indojaya Agrinusa (Japfa Group) sebanyak 28.512 ekor.
Dan ekspor ketujuh yakni pada tanggal 6 Oktober 2025 melalui PT. Indojaya Agrinusa (Japfa Group) sebanyak 28.512 ekor. Jadi, total Ekspor PT. JAPFA Group ke Singapura dari Bintan = 179.056 ekor.

Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Hewan Republik Indonesia, Agung Suganda (tengah) saat menyampaikan keterangan. (F-SN/5NLQ)
Dan alhamdulillah, tingkat kematian ayam yang diekspor dibawah 1 persen dari setiap pengiriman.
“Market lokal, tetap diutamakan dibandingkan ekspor,” ujarnya mengulangi pesan Gubernur Kepri.
Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Hewan, Agung Suganda menyampaikan sangat bangga dengan ekspor ini.
“Kepri harus dapat mandiri dalam pengadaan ayam broiler dan telur,” pesannya.
“Ini adalah prestasi bagi Kepri, karena untuk ekspor ayam hidup melalui kapal laut adalah yang pertama di Asia,”jelasnya.
“Plasma agar dilembagakan lewat Koperasi, agar lebih terjamin untuk harganya,” pesannya kepada Gubernur Kepri.
Dalam sambutannya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sangat mengapresiasi PT Indojaya Agrinusa.
Ansar menjelaskan bahwa kehaduran PT Indo Jaya Agrinusa adalah merupakan undangan kepala daerah untuk membuka usahanya di Kabupaten Bintan.
“Kehadiran Japfa di Kepri sangat membantu dalam stabilitas inflasi,”pungkasnya.
Patar Sianipar





