Warga Tagih Keseriusan Developer ; Setiap Turun Hujan, Lumpur Singgah Dirumah

Dedek Ambarita saat membersihkan kiriman lumpur akibat ulah developer yang belum mengerjakan pengerukan parit yang menjadj dangkal

Bintan, Kepri – Salah satu developer perumahan di Tanjung Uban yang saat ini mengembangkan usahanya di Kelurahan Tanjung Uban Utara Kabupaten Bintan, diduga tidak merealisasikan salah satu point dari hasil pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan, beberapa waktu lalu, yakni belum terealisasinya pengerukan parit yang menjadi dangkal yang sempadan dengan rumah tinggal warga.

Akibat dari tidak direalisasikan pengerukan ini, rumah warga di RT 02 RW 04, lingkungan Perumahan Permata Bintan Indah, Kampung Baru Tanjunguban dihadiahi lumpur, setiap kali hujan turun di wilayah tersebut, seperti halnya pada hujan yang turun hari ini Rabu (08/12/2022)

Dedek Ambarita, salah satu pemilik rumah yang menerima hadiah banjir lumpur ini mengatakan sangat menyesalkan ketidak seriusan developer mengantisipasi sejak awal, dan bahkan belum merealisasikan point yang terkait pengerukan parit yang menjadi dangkal, padahal itulah sumber masalah ini.

“Kejadian ini setiap turun hujan, dan cepat sekali twrjadi. Dan akan dilakukan pembersihan, jika hujan sudab reda, kalau tidak maka pembersihan akan sja-sia,” jelasnya.

“Kalau sampai ke dapur, memang baru kali ini, kalau sampai masuk ke kamar mandi dan areal halaman, sejak dilakukan proyek pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Ucok, salah satu warga setempat dan juga yang menjabat sebagai ketua LPM Kelurahan Tanjunguban Utara, yang turut membantu pun mengiyakan, dan bahkan sangat berharap pihak developer segera melaksanakan point yang belum dikerjakan tersebut.

 

Lokasi proyek yang dilakukan cut and fill, posisinya lebih tinggi dari rumah warga yang menjadi langganan lumpur juka turun hujan, Rabu 08/12/2022 (F. Patar Sianipar)

Ucok lebih lanjut mengatakan, bukan tidak senang ada aktivitas pembangunan perumahan disini, tapi tolonglah difikirkan juga hal apa yang terjadi lingkungan pada saat pelaksanaan pekerjaan.

“Jangan hanya memikirkan keuntungan saja, tapi tolong fikirkan kerugian yang dialami masyarakat seperti yang terjadi saat ini,” lanjutnya.

“Warga masyarakat tidak meminta apapun kecuali mengembalikan rasa kenyamanan seperti sebelum adanya proyek ini, dan tolong dilakukan pengerukan parit yang menjadi dangkal,” ketusnya.

Sementara itu, pengembang perumahan ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa ia sedang berada diluar daerah, menghadiri pemakaman mertuanya, mengatakan bahwa point tersebut bukan tidak dikerjakan, namun kondisi alam yg sering turun hujan mengakibatkan tertundanya pekerjaan tersebut.

“Karena kondisi sering hujan, sehingga alat berat tidak bisa beraktivitas, kita lihat kondisi cuaca, kalu bagus kita akan kerjakan,” jelasnya

“Perusahaan juga akan melaksanakan pekerjaan tersebut, dan tentunya saya juga mengharapkan kepada RT setempat untuk dapat mengajak warganya membantu melakukan pekerjaan tersebut,” pungkasnya.

PS

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.