Ungkap Tiga Kasus, Satreskrim Polres Karimun Amankan Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang

Satreskrim Polres Karimun Amankan Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang.(f.silabusnews.com)

Karimun,Silabusnews com  –  Jajaran Kepolisian Polres Karimun menggelar Konferensi Pers mengungkap 3   kasus , dan satu di antaranya kasus melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Pengungkapan kasus Tindak Pidana  Perdagangan Orang ( Anak Bawah Umur ) oleh  Sat Reskrim Polres Karimun yang terletak di Perumahan Villa Garden RT.02 RW.02 Nomor 9, Kelurahan Kavling Kecamatan Tebing , Kabupaten Karimun, Sabtu 2/11  pukul 14:00 Wib.

Untuk kasus TPPO kami sudah menetapkan satu orang tersangka pemilik  yang mempekerjakan anak di bawah umur,” kata Kasatreskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono, SH, S.IK  usai melakukan konferensi pers di Mapolres Karimun, Senin (4/11) pukul 13:00 Wib.

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono SH.S.IK kepada awak media mengatakan, bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan seorang laki-laki dengan inisial M alias Pendek (58) diduga sebagai tersangka pelaku tindak pidana perdangangan anak di bawah umur,katanya.

Adapun modus yang digunakan  M alias Pendek (58)  mempekerjakan anak di bawah umur sebagai PSK (Pekerja Sek Komersial) di Villa Garden nomor 9 Kelurahan Kapling Kecamatan tebing  Kabupaten Karimun

” keuntungan  M alias Pendek (58) mendapatkan upah sebesar Rp 500.000 dari pekerja Satu kali boking,” jelas Kasat reskrim AKP Herie Pramono kepada awak media (4/11) di Mapolres Karimun.

Herie mengungkapkan,  terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat, bahwa pelaku M alias Pendek (58) mempekerjakan seorang anak di bawah umur sebagai PSK (Pekerja Sek Komersial) inisial IR (16) di Villa Garden nomor 9.

“Menanggapi laporan tersebut, tim UPPA dan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Karimun melakukan pengecekan, dari pengecekan yang  dilakukan,  petugas menemukan Satu orang anak perempuan inisial IR (16) yang dipekerjakan sebagai PSK (Pekerja Sek Komersial) sejak bulan Agustus 2019 lalu,”ujar Herie.

Tambahnya, selain mengamankan pelaku, barang bukti yang berhasil disita berupa, 2 buah buku bokingan/tamu, uang hasil bokingan sebesar Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah dan 30 Pc Kondom merk Sutra.

” Tindak kejahatan itu melanggar UU nomor 21 tahun 2007 Tentang Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan ancaman maksimal 15 tahun. “Kami juga sudah amankan barang bukti yang memperkuat tindak kejahatan kasus TPPO yang dilakukan tersangka,” jelas Herie Pramono.

Pasal 88 jo Pasal 76i UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama10 Tahun, atau denda paling banyak Rp.200.000.000,”pungkasnya.

(Mes)

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.