oleh

Turnamen Berduka! Tokoh Masyarakat Angkat Bicara

Bekas memar dan luka di bagian tubuh korban yang mengakibatkan korban meninggal” Jumat (04/03/2022), foto dok.

Silabusnews.com, Kalbar, Kayong Utara – Kabar uka menyelimuti keluarga salah satu pemain sepak bola yang meninggal akibat trouble saat pertandingan berlangsung di lapangan Dusun Jelutung Desa Matan Jaya pada Jumat (04/03/2022).

Informasi disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya mengatakan, bahwa korban meninggal karena terkena tendangan kiper.

“Meninggal main bola turnamen di Jelutung Desa Matan Jaya diterajangkan(ditendang) kipar coba koordinasikan ke Polsek Melano sudah ada laporan di Polsek dak, dari siapa izinkan turnamen di sana, apa lagi ada yang meningal,”tutur tokoh.

” Jantung dan hatinya kena tu,” imbuhnya.

Tokoh masyarakat Desa Matan Jaya Suharto Has sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut, apalagi saat ini masih dalam Pandemi Covid-19 yang belum berlalu.

“Sangat disayangkan pertandingan sepak bola yang diadakan ditengah pandemi Covid 19 varian omicron di Dusun Jelutung, Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Dalam hal meninggalnya seorang pemain dari desa Padu Banjar,” ujar Suharto yang juga Ketua LPM Matan Jaya.

Pria yang akrab disapa paklang To itu mengatakan, dari pihak terkait agar lebih cermat dalam memberikan izin.

“Menimbulkan luka yang paling dalam melihat kondisi jenazah seperti itu, seharusnya aparat harus teliti dalam menganalisa kejadiaan seperti yang terjadi pada saat ini, kasihan keluarga yang ditinggalkan. Pertanyaan kita siapa yang bertanggung jawab kalau sudah terjadi seperti ini,” ungkap Paklang To.

Suharto mensinyalir diadakannya turnamen di Dusun Jelutung tidak mengantongi izin.

“Tkp di Jelutung indikasi tidak mengantongi izin. Kalau ada izin tidak boleh kecuali mereka harus di cek kesehatan sedangkan puskesmas jelutung tidak merasa di libatkan dalam masa keramaiaan,” paparnya.

Suhar, salah seorang anggota BPD Matan jaya via WhatsApp menyampaikan, bahwa kejadian pada Jumat(04/03) dan korban sempat dibawa ke Ketapang untuk mendapat pertolongan.

“Meninggal nya di KTP. Panitia sudah membantu menyediakan mobil untuk membawa si korban,”kata Suhar.

Kasdy, S.E Kepala Desa Padu Banjar saat di konfirmasi membenarkan kalau ada warganya yang jadi korban dalam pertandingan sepak bola.

” Iya betul bg.
Yang meninggal warga kita, yang menjadi pemain posisi penyerang tersebut,” terang Kasdy melalui pesan WhatsApp Minggu(06/03/2022).

Dilain pihak Ibnu Hajan PJ. Kepala Desa Matan Jaya di konfirmasi tidak memberikan jawaban.

Kanit Reskrim Polsek Simpang Hilir BRIPKA Andi Suryan saat di konfirmasi menjelaskan, terkait dengan korban akan dilakukan proses mediasi guna penyelesaian masalah.

” Akan di adakan mediasi, namun dari pihak korban meminta waktu 3 hari karena masih dalam suasana berduka,” jelas Andi via telepon WhatsApp Minggu(06/03).

Sementara itu, Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Hidayat,S.H.,S.I.K mengatakan kasus yang terjadi sedang dalam pengembangan penyelidikan, dimana di duga ada kelalaian dari pihak penyelenggara dan Desa selaku penanggungjawab wilayah.

“Benar ada kejadian itu, saat ini sudah kita tangani dan dalam pengembangan, kita dalami dulu dari pihak penyelenggaranya,” kata Kapolres.

Penulis: AM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.