oleh

Tumpukan Kayu Yang Diduga Ilegal Ini Penjelasannya

Kayu milik warga bahan untuk keperluan bangun rumah” Sabtu 6/11, foto Dok Silabusnews.com

Sulabusnews.com, Kalbar,Ketapang – Anggota Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Jumadi klarifikasi terkait temuan tumpukan kayu yang diduga hasil pembalakan liar, kayu jenis Ulin(Belian)dengan ukuran 15×15 panjang 4 yang ditumpuk adalah milik seorang warga yang dibeli untuk bahan rumah.

Menurut Jumadi bahwa dirinya salah informasi, kalau kayu tersebut yang sebetulnya bukanlah hasil pembalakan liar.

” Saya salah informasi, ternyata kayu yang tertumpuk itu bukanlah kayu ilegal atau hasil pembalakan liar, setelah ketemu warga pemiliknya yang saya konfirmasi, bahwa kayu kayu tersebut dibeli untuk pembangunan rumah,”terang Jumadi Sabtu(06/11/2021).

Uti, Warga pemilik kayu saat di konfirmasi membenarkan apa yang diterangkan Jumadi, bahwa tumpukan kayu yang di belinya adalah untuk bangunan rumah.

” Kayu itu saya beli untuk membuat rumah, sudah lama saya menabung untuk bisa membangun rumah, saya kaget saat melihat ada pemberitaan kalau menyebut itu adalah kayu yang diduga ilegal tanpa surat keterangan,”tutur Uti saat ditemui bersama Jumadi.

Sebelumnya diberitakan di media ini ” Ditemukan Tumpukan Kayu Ulin Diduga Hasil Pembalakan Liar”, kayu dengan ukuran 15 x 15 panjang 4 meter tanpa dilengkapi dokumen sah hasil hutan. Hal itu diungkapkan Jumadi, Anggota Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Ketapang.

“Tanggal 4 hari kamis jam 01.30 bulan 11 2021 Jumadi anggota Lembaga LAKI laskar anti korupsi indonesia kab ketapang kalimantan barat telah mendapat temuan kayu belian berukuran 15 persegi panjang 4meter dua dam beralamat Gg Bangkok desa Sungai Aawa Kanan Kecamatan Muara Pawan, namun barang tersebut diduga ilegal karna apa diduga ilegal karna tidak ada surat ijin tebang pilih dari dinas kehutanan,” ungkap Jumadi dalam Grup WhatsApp pada Kamis (04/11/2021).

Menurut Jumadi, tumpukan kayu yang ditemukannya di Gang Bangkok Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan itu milik oknum penampung yang tidak diketahui identitasnya, serta kayu tersebut tidak diketahui asal usulnya.

“Tidak tahu, asal usulnya pun tidak jelas,” ujar Jumadi.

Jumadi meminta agar APH menyelidiki tumpukan kayu yang diduga ilegal tersebut.

” Saya harap kepada pihak penegak hukum agar menyelidiki dan mengusut keberadaan kayu-kayu tersebut yang kita duga ilegal, karena tanpa dilengkapi surat keterangan sah dari instansi yang berwenang,”tandas Jumadi di hubungi via telepon WhatsApp.

Penulis: AM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed