BATAM, Silabusnews.com — Kuat dugaan beredarnya beras impor tanpa dokumen resmi di Kota Batam semakin menguat. Beras yang dijual di pasar-pasar Kota Batam diduga dibungkus dengan merek lokal, padahal isinya merupakan beras hasil penyelundupan dari luar negeri yang luput dari pengawasan penegak hukum.
Pantauan bersama awak media lain pada Rabu, 28 Oktober 2026, di lokasi yang diduga sebagai pusat distribusi beras tersebut, memperlihatkan aktivitas mencurigakan di sebuah gudang beras di kawasan Mega Cipta Industrial Park, Kecamatan Batu Ampar, yang dikenal sebagai lokasi PT Usaha Kiat Permata.
Beberapa truk box terlihat lalu lalang keluar masuk kawasan, namun setiap kali proses pemuatan beras berlangsung, pagar gudang ditutup rapat dan dikunci dari dalam agar tidak terlihat oleh publik. Pagar baru dibuka kembali setelah proses pemuatan selesai dan truk siap berangkat menuju pasar-pasar di seluruh penjuru Batam.
Saat gerbang terbuka, terlihat jelas tumpukan ribuan karung beras di dalam gudang. Sebagian karung bahkan terlihat baru diisi dan belum dijahit, menimbulkan pertanyaan serius mengenai asal-usul dan status kelegalan komoditas tersebut, yang diduga besar berasal dari luar negeri tanpa melalui prosedur impor resmi.
Petugas keamanan kawasan yang dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui aktivitas yang terjadi di dalam gudang berpagar tinggi tersebut.
“Saya hanya keamanan kawasan ini, Pak. Kita tidak mengetahui betul apa saja kegiatan di dalam gudang tersebut,” ujar petugas satpam yang bertugas di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, operasional gudang tersebut diduga dikelola oleh seseorang berinisial Aliang, dan masih terdapat pihak lain sebagai penanggung jawab utama yang mengendalikan seluruh kegiatan di lokasi tersebut.
Hingga saat ini, pihak media belum mendapatkan tanggapan resmi dari Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, meskipun konfirmasi telah disampaikan melalui pesan WhatsApp.
Media ini akan terus melakukan pendalaman informasi guna mengungkap fakta lengkap terkait dugaan penyelundupan beras yang diduga telah beredar luas di masyarakat Kota Batam.
(Tim Redaksi)







