Tim Ahli Dari Universitas Negeri Riau (UNRI) Gelar kajian kelayakan Gedung pasar tradisional Desa Payalaman

Palmatak silabusnews.com – Tim Ahli dari Universitas Negeri Riau ( UNRI ) gelar kajian kelayakan Gedung pasar tradisional Desa Payalaman Kecamatan Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas. “Apakah Akan tepenuhi Harapan Masyarakat Desa Payalaman untuk kepentingan masyarakat Nelayan disekitar Kecamatan Palamatak….?

Kedatangan Tim tersebut untuk menindak lanjuti penyidikan umum yang telah digelar pihak Kajari Natuna bersama Kejaksaan Cabang Negeri Tarempa. Dua orang tenaga ahli beserta dua orang operator tiba di pelabuhan Tarempa Sabtu sore kata Bayannullah kepada awak media ini.

Ke empat orang tersebut datang dari pekan baru menggunakan pesawat menuju batam dan dari batam dilanjutkan menuju ke Anambas menggunakan kapal Ferri Blue Sea Jet, Sabtu, 28/4/2018. Ungkapnya.

Dua orang tenga ahli dari UNRI ini antara lain, Iskandar Romey Ahli Struktur dan Feri Fatnanta Ahli Geoteknik. Mereka dibantu dua orang operator muda Muhammad Syauqi dan Wan Fikri Darmawan.

Hasil pengukuran sementara, terdapat kemiringan struktur bangunan setinggi 41 cm. Kemiringan itu di ukur dari sudut kiri bangunan hingga terdapat penurunan di sudut kanan bangunan ( pantau media ini).

Saat dikonfirmasi disaat usai makan siang di payalaman, kepada koordinator tim Iskandar, menerangkan terdapat penurunan struktur bangunan.
” Secara visual itukan sudah kelihatan kimiringannya, dalam pengukuran terdapat kemiringan dua sampai tiga Derjat dan pada posisi tiang yang turun terletak pada bagian aliran sungai .” Ujarnya.

Tambahnya untuk saat ini pihaknya sudah melakukan kunjungan lapangan, mengukur struktur bangunan selanjutnya melakukan analisis.

” Untuk hasilnya kita perlu melakukan analisis lagi dan ini membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan kedepan. Setelah itu baru kita dapat menyimpulkan hasil kajian dari penelitian, juga kita akan ada uji lip hal ini” katanya.

Sementara itu Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tarempa Bayanullah mengatakan, pihaknya akan menunggu hasil uji kontruksi dari tim ahli untuk menentukan langkah selanjutnya terkait kelayakan kontruksi bangunan pasar tradisional.

Hasil uji melalui pengukuran terdapat
Luas 19 × 15,93 meter dari sudut kiri dan sudut kanan terdapat 19×17 meter serta bagian Tengah terdapat 18,98 meter. Hal ini berbeda dalam gambar kontruksi yang seharusnya luas 20×15’50 meter.

Adapun yang hadir menyaksikan uji kelayakan gedung pasar ikan Desa Payalaman yeng terletak tidak jauh dari pelabuhan Desa Payalaman dengan jarak 45 Meter sedangkan arah dari pelabuhan dengan 344°,” menurut informasi dari beberapa sumber yang tidak bisa disebutkan satu persatu saat hadir menyaksikan kegiatan iji kelayakan bangunan pasar ikan tersebut oleh Universitas UNRI.

Terdapat rawan penurunan dikarnakan bangunan tersebut terletak di aliran sungai. Namun kami tetap mendukung apa yang telah dilakukan oleh pihak kejaksaan kata masyarakat yang hadir,(SD).

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.