oleh

Polisi Segera Usut Laporan Warga Terkait Koperasi Fajar Sejahtera

Perwakilan warga desa Mata mata membuat laporan ke Polres Kayong Utara” Jumat(17/12/2021) malam. Foto : Dok Silabusnews.com

Silabusnews.com, Kalbar, Kayong Utara – Laporan warga Terkait adanya dugaan penyelewengan dan penggelapan SHU dana Plasma Koperasi Fajar Sejahtera yang di ketuai oleh Abdul Zamad akan segera di usut pihak Kepolisian Polres Kayong Utara.

Salah satu perwakilan warga pelapor, Hasan kepada media ini menyampaikan bahwa laporan pengaduan mereka telah diterima oleh penyidik Reskrim Polres Kayong Utara.

” Laporan kami sudah diterima secara resmi oleh penyidik di Polres, ini artinya pihak Polres akan segera mengusut persoalan yang kami laporkan, tadi pagi kami dipanggil ke Polres,” kata Hasan Jumat(17/12/2021) malam.

Laporan diterima dengan dibuktikan adanya Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan nomor STTLP/37/XII/2021 yang ditandatangani oleh Bripka Rudi Herna Setiawan,AMd.

” Kami berterimaksih kepada pihak Polres yang sudah menerima laporan kami, yang sudah bekerja dengan profesional,” ucap Hasan.

Hasan berujar bahwa dirinya tidak akan surut untuk memperjuangkan hak yang menjadi milik masyarakat, hal itu dilakukan oleh pihaknya tanpa adanya embel embel seperti yang disampaikan oleh Abdul Zamad kepada media ini sebelumnya.

” Saya tidak akan pernah mundur sedikitpun untuk memperjuangkan hak saya dan hak masyarakat yang selama ini sudah di Dzolimi, kami selama ini warga desa Mata Mata selalu di bohongi dan ditakut takuti,” lanjutnya.

Hasan menyebut bahwa apa yang disampaikan Zamat tidak seperti fakta dilapangan, bahwa telah memaparkan keberadaan koperasi secara keseluruhan, namun banyak hal yang ditutupi, bahkan Zamad mengancam akan mempolisikan Anggota yang mempersoalkan masalah Koperasi. Dan Hasan juga mempertanyakan ucapan Zamad yang menyebut merusak kampung.

” Apa yang di sampaikan Zamad sebagai ketua koperasi tidak seperti kejadian dilapangan, banyak hal yang di tutupi, dan dia mengatakan bahwa ada yang mencari panggung, itu tidak benar karena ini murni untuk mencari keadilan, bahkan Zamad saat pertemuan tempo hari sempat mengancam akan memenjarakan Anggota yang mengungkit masalah koperasi ini, rekaman ada di kita. Adapun Suryanto maju dalam pemilihan BPD adalah inisiatif permintaan warga, yang semula Surianto tidak berkeinginan, namun karena permintaan warga akhirnya dia(Surianto red) maju dan Alhamdulillah menang. Dan perlu diketahui kalau Zamad itu sebagai Ketua Panitia pemilihan dan dia juga merangkap LPM. Dan Zamad menyebut kami merusak kampung, apa yang sudah kami rusak,” ujar Hasan.

Hasan berharap pihak Polres bisa mengusut tuntas persoalan tersebut agar ada kejelasan.

” Harapan saya Pihak Polres segera mengusut persoalan ini agar ada benang merah yang dapat di tarik, sehingga semua menjadi jelas,”harapnya.

Sebelumnya pada Senin(13/12/2021) sejumlah warga Desa Sungai Mata Mata mendatangi Mapolres untuk melaporkan adanya dugaan Penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan dana SHU Plasma sawit yang di kelola oleh Koperasi Fajar Sejahtera.

Sarkawi selaku pelapor pada saat itu berharap dengan adanya laporan dari pihaknya, persoalan dana koperasi bisa terungkap dan dibuka secara transparan.

“Harapan kami, adanya keterbukaan, selama ini kami tidak pernah melihat apalagi memegang kartu anggota, dan tidak pernah mengadakan musyawarah. Pembagian hasil untuk anggota juga tidak pernah transparan,”tuturnya.

Senada dengan Sarkawi, tokoh pemuda, Surianto menerangkan bahwa dirinya selaku perwakilan masyarakat bersama rekan melaporkan adanya dugaan penggelapan dana SHU plasma serta penyelewengan jabatan.

” Kami melaporkan pihak koperasi adanya dugaan penggelapan dana Plasma dan penyelewengan jabatan. Kami ingin adanya keterbukaan terhadap 45 anggota koperasi, kami keberatan selama ini tidak pernah ada keterbukaan, karena itu kita selaku masyarakat berharap pihak kepolisian Polres Kayong Utara bisa mengusutnya agar semua ini bisa menjadi jelas,” terang Suryanto.

Menurut Suryanto sebelumnya sudah pernah melakukan pertemuan namun tidak ada hasil, ada hal hal yang ditutupi serta diantara pengurus saling lempar. Dimana Koperasi Fajar Sejahtera yang di ketua oleh Abdul Zamad yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kayong Utara tidak pernah memberikan penjelasan yang rinci kepada anggota maupun masyarakat terkait adanya koperasi.

Di ketahui Koperasi Fajar Sejahtera adalah pengelola kebun plasma Desa Sungai MataMata yang bekerjasama dengan PT Jalin Vaneo.

Surianto mengatakan sebelumnya juga pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik itu pihak koperasi maupun dengan pihak Perusahaan Jalin Vaneo namun tidak ada kejelasan, sehingga pihaknya memutuskan untuk membawa permasalahan ke jalur hukum( Lapor Polisi).

” Kami sudah silaturahmi ke Pak Bahtiar yang waktu itu selaku Wakil Ketua Koperasi sekaligus Ketua BPD Desa Sungai MataMata namun tidak ada kejelasan dan kami di lempar kepada pak Jamhari selaku Sekretaris, pak Jamhari juga mengaku tidak tahu mengenai data koperasi, kami seperti bola yang dilempar kesana kemari. Dan inisiatif kami juga menghubungi pihak perusahaan yakni pak Hafidz selaku Manajer Humas di Kebun, dan disampaikan pak Hafidz bahwa data koperasi sudah di serahkan semua pada pihak koperasi,” bebernya.

Diterangkan Suryanto, sejak berdirinya Koperasi baru 4 kali menerima pembagian hasil.

“Sejauh ini kami baru 4 kali merima pembagian hasil yang di bagikan per 3 bulan dan nominalnya berkisaran Rp 100.000(seratus ribu rupiah). Kami berharap pihak penyidik bisa mendalami dan menyelidiki, jika ada hak masyarakat agar dikembalikan, kedepan koperasi bisa dikelola dengan baik dan transparan agar tidak terjadi gejolak di masyarakat,” terang Surianto.

Manajer Humas Drs. Hafidz sikonfirmasi media ini mengatakan, bahwa kemelut yang terjadi itu adalah konflik internal Koperasi.

” Terkait dengan koprasi Fajar Sejahtera di Matamata itu masalah internal kalau dengan perusahaan tidak ada masalah,” jelas Hafidz melalui sambungan WhatsApp.

Di lain Pihak Abdul Zamad Ketua Koperasi Fajar Sejahtera saat di konfirmasi mengatakan bahwa sudah ada diadakan rapat terbuka, dan diri nya akan mendatangi Polres untuk mencari tau siapa warga yang telah melaporkan.

Zamat mengatakan bahwa warga yang mempermasalahkan hanya ingin mencari panggung dan merusak nama kampung.

” Mereka itukan mencari panggung untuk menjadi BPD, mereka bukan mau membangun kampung, mau membuat nama kampung itu menjadi jelek,”kata Zamad melalui telepon WhatsApp Selasa (14/12/2011).

Terkait adanya dugaan penggelapan Zamad mengatakan hanya asumsi.

” Terkait Koperasi yang diduga adanya penggelapan, itukan menurut mereka, menurut aturan di koperasi itukan ada. Jika kami dianggap bersalah, permintaan mereka kemaren sudah saya penuhi kapasitas saya sebagai ketua untuk mengadakan rapat dan ada dialog. Namun pada saat rapat mereka tidak ada mempertanyakan tentang hasil kotor dan hasil bersihnya, potongan itu potongan ini,” ujar Zamad.

Lanjut Zamad menjelaskan terkait lahan plasma desa MataMata seluas 450 hektar dibagi 20 persen.

“Jadi dapatlah plasma nya 90 hektar dibagi pada 45 anggota, dan lahan di wilayah itu adalah hasil keputusan dari Gubernur yang menentukan,” lanjutnya.

Zamad bahkan menuding karena ulah 3 orang desa menjadi rusak.

” Gara gara 3 orang desa kami menjadi rusak, ini sudah kemana mana, gara Facebook dan sebagainya. Saya malas untuk berbalas pantun dengan mereka itu,”ujar Zamad.

Sementara itu Kapolres Kayong Utara AKBP Bambang Sukmo Wibowo, di konfirmasi melalui Kasat Reskrim IPTU Dedi Sitepu membenarkan adanya laporan warga.

Sejauh ini hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan lebih lanjut dari Polres.

Penulis: AM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.