Opini Kacangan Lecehkan Profesi Wartawan

Wanwan Daly Suwandi Sekjen Presidium FW-LSM Kalbar Indonesia. Foto: Dok.Silabusnews.com

Silabusnews.com,Kalbar – Pemberitaan di salah satu media Online dengan judul “Wartawan Abal Abal Bermodal Kartu Pers dan Surat Tugas “, dirasaksn telah melukai profesi wartawan/Jurnalis. Karena itu Forum Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (FW-LSM) Kalbar Indonesia selaku wadah yang menampung aspirasi wartawan dan LSM meminta kepada oknum wartawan berinisil SR, yang diketahui telah memuat berita diminta untuk bertanggungjawab dan mengklarifikasi isi berita yang ditulisnya.

“Ada peristiwa menarik yang terjadi saat ini di tanah air. Hanya bermodalkan kartu pers dan surat tugas, banyak orang sudah mengaku menjadi wartawan,” tulis SR yang dilansir dari Melawinews.com

Bukan hanya itu, SR juga menuding Perusahaan Pers terlalu mudah menerbitkan Kartu Pers hanya dengan bayaran sejumlah rupiah.

“Celakanya, perusahaan pers baik media elektronik, cetak maupun online begitu gampangnya mengeluarkan kartu pers dan surat tugas peliputan, yang alih-alih calon si wartawan hanya membayar kisaran Rp 250.000 – Rp 300.000,” sebutnya.

SR juga menyebut Perusahaan pers dalam merekrut wartawan dilakukan tanpa seleksi dan pengujian.

“Tak hanya itu, perusahaan pers juga tidak menseleksi atau uji coba si calon wartawan ketika mendapatkan kartu pers, apakah memiliki keterampilan untuk wawancara dan menulis berita,” sebutnya lagi.

Atas tulisan SR ini, Sekretaris Jendral Presidium FW-LSM Kalbar Indonesia, Wawan Daly Suwandi meminta agar SR mengklarifikasi dan menjelaskan tujuan opini berita yang ditulisnya.

” SR harus mengklarifikasi dan menjelaskan tujuan membangun opini yang di tuangkan dalam sebuah berita. Apa yang di tulisnya itu adalah sebuah opini yang tidak mendasar, dan itu melukai hati kawan kawan wartwan dan itu adalah pelecehan terhadap profesi, bukan hanya wartawan di Wilayah yang dimaksud SR, namun secara meseluruhan wilayah baik di Indonesia maupun wartawan du seluruh dunia” ujar Wawan Selasa (25/05/2021)

Wawan,Pimred Media InfoKalbar mendesak SR agar segera meminta maaf kepada seluruh wartawan.

” Dengan penyataannya itu, SR harus minta maaf kepada seluruh wartwan, jika hal itu tidak dilakukan, maka FW-LSM Kalbar Indonesia akan membawa hal ini ke ranah hukum, karena itu sebelum melebar dia segera klarifikasi dan minta maaf,” imbuhnya

Sementara itu, Jefry D Tanamal S.H., Jurnalis Senior menegaskan, pemberitaan yang dimuat melawinews.com itu salah alamat.

“Pertama, karena dinilai terlalu mengintervensi masing-masing media dalam melakukan rekrumen wartawan. Kedua, dianggap hal tersebut terlalu mengada-ada, tidak ada yang dilanggar disana menurut Undang – undang, serta tidak ada merugikan pihak manapun,” tegasnya.

Menurut Jefry, soal ada media yang melakukan rekrukmen tanpa melihat bobot dan bibitnya seorang calon wartawan untuk diberikan KTA dan surat tugas, itu menjadi urusan mereka.

“Karya tulis wartawan di melawinews.com yang merasa keberatan tersebut menurutnya, justru pemberitaannya mencoreng nama baiknya sendiri sebagai wartawan melawinews.com,”bebernya

“Oleh sebab itu sangat disayangkan, hanya persoalan KTA dan surat tugas serta membayar administrasi 250-300 ribu harus dimediakan atau diberitakan, jika hal tersebut diatas dianggap kurang baik, ya silahkan saja melawinews.com melakukan rekrukmen wartawan dengan syarat yang formal dan tidak perlu mengusik media lain, “tegasnya

lebih lanjut Jefri menuturkan, pemberitaan tersebut bisa membuat media lain merasa tersinggung dan mengambil langkah hukum. Karena dalam rilis berita tidak menyantumkan atau menyebut oknum/pribadi untuk ditujukan pada siapa dan media apa, atau menyamarkan pribadi dalam fokus berita itu ditujukan kepada siapa, sehingga insan pers atau media dan wartawan lain kena imbasnya.

” Untuk itu, bung SR yang merupakan wartawan melawinews.com harus bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi tentang maksud dan tujuan pemberitaan tersebut,” tuturnya

Sementara itu, Sujanto,SH Penasehat FW-LSM Kalbar Indonesia meminta agar permasalahan tersebut harus disikapi dengan bijak namun harus tegas.

Penulis: Am

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.