oleh

Menparekraf RI dan Gubernur Kepri Shalat Jumat di Masjid Jabal Arafah Batam

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bertindak menjadi khatib shalat jumat dengan mengusung tema ‘eksistensi manusia’ di Masjid Jabal Arafah, Jl. Imam Bonjol, Lubuk Baja, Batam” Jumat 20/1 foto humas Pemprov Kepri.

Silabusnews.com, Batam – Disela kunjungannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Menlarekraf) Sandiaga Salahuddi  Uno ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (21/01) dalam rangka melihat kesiapan Batam dan Bintan yang rencananya akan membuka pintu wisata dengan Singapura lewat skema travel bubble. Didampingi Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad  menyempatkan diri shalat Jumát di Masjid Jabal Arafah, Jl. Imam Bonjol, Lubuk Baja, Batam.

Salam kesempatan ini Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bertindak menjadi khatib shalat jumat dengan mengusung tema ‘eksistensi manusia’.

Sekitar pukul 12.00 WIB Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno bersama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan rombongan masuk masjid dan langsung menuju ke barisan shaf terdepan untuk telebih dahulu melaksanakan sholat sunnah.

Dalam isi khutbahnya Gubernur Ansar menyampaikan bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna. “Tidaklah kuciptakan manusia kecuali dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” ujar Ansar mengutip ayat suci Al-Qurán.

Manusia, jelas H. Ansar Ahmad adalah ciptaan Allah SWT yang diberikan akal dan nafsu sehingga manusia akan berkutat dalam kedua hal tersebut. Jika manusia dengan akalnya dapat mengendalaikan nafsu maka tidak ubahnya seperti malaikat, namun apabila nafsu tidak bisa dikendalikan oleh akalnya maka manusia tersebut tidak ubahnya seperti hewan atau binatang.

Dijelaskan, bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan harkat dan martabat yang tinggi dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena lengkapnya bagian tubuh manusia ibarat sebuah kesatuan dalam organisasi pemerintahan.

“Tangan ibarat Menteri pertahanan yang menahan segala hambatan yang datang, mulut ibarat Menteri Komunikasi, hidung dan telinga ibarat Badan Intelejen, Kepala dan hati ibarat Mahkamah Agung yang dapat mengukur dan menilai apa yang harus kita lakukan,”jelasnya.

Pada intinya, untuk .engawali tahun baru 2022 ini, hendaknya, menurut H. Ansar Ahmad harus dijadikan sebagai ajang muhasabah dan instropeksi untuk diri masing-masing.

“Jika ada coretan masa lalu yang tidak memberikan makna, maka pada pergantian tahun yang baru ini ada baiknya kita membuat coretan pantun dan syair yang lebih baik. Kita wajib memperbaiki diri di hadapan Allah, menghasilkan karya, membangun keberhasilan, tidak boleh putus asa, terus berjuang untuk lebih beruntung dari masa lalu. Sesungguhnya orang yang beruntung adalah orang yang lebih baik dari masa lalu,” ungkapnya.

Menanggapi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 2 tahun di dunia, H. Ansar Ahmad juga mengingatkan bahwa apapun ujian yang Allah SWT berikan tentunya tentu tidak melebihi batas  kemampuan manusia. Oleh karena itu dirinya mengajak untuk menjadikan tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan ekonomi dan tahun kembali berinteraksi sosial dengan mendepankan protokol kesehatan.

“Kita semua tahu bahwa banyak deretan permasalahn yang kita hadapi,namun jika kita saling bahu membahu, menjaga kebersamaan, kerukunan dan secara kolektif bersama membangun maka insyaAllah negeri kita akan menjadi negri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Untuk tahun 2022 ini, kualitas hidup kita harus lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat,”tutupnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.