Lebih dari Sekadar Tarian, Festival Bonapasogit Perkuat Persaudaraan Masyarakat Batak di Perantauan

BATAM, Silabusnews.com — Ribuan penonton memadati Tiara Convention Hall Panbil, Batam, pada Sabtu (31/10/2026), menyaksikan babak audisi Festival Batam Bonapasogit 2026. Sebanyak 34 tim tortor Batak tampil dalam ajang pelestarian budaya yang diselenggarakan oleh Yayasan Yonkenedia Panbil. Dari puluhan peserta tersebut, dewan juri memilih 10 tim terbaik yang akan melaju ke babak grand final pada 28 November 2026 mendatang.

 

Sejak pagi, suasana gedung dipenuhi antusiasme penonton yang memberikan dukungan penuh kepada tim masing-masing. Para peserta tampil mengenakan busana adat lengkap, menampilkan kekompakan gerakan, keserasian irama, serta penghayatan mendalam terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam tarian tortor.

 

Ketua Panitia Festival Batam Bonapasogit 2026, Mangihut Rajagukguk, menyebut proses penilaian berlangsung ketat karena seluruh tim menunjukkan kemampuan dan keunikan penampilan yang beragam.

 

“Dewan juri sedang menilai 34 tim yang tampil hari ini untuk menentukan 10 tim terbaik yang akan tampil di babak final, 28 November 2026. Semua tim tortor yang tampil tadi bagus-bagus,” ujar Mangihut di lokasi kegiatan.

 

Lebih dari sekadar mencari pemenang, festival ini bertujuan mempererat persaudaraan masyarakat Batak di perantauan sekaligus memperkenalkan warisan budaya leluhur kepada generasi muda. Mangihut berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap tortor sebagai identitas budaya yang terus dilestarikan.

 

Tortor bukan sekadar pertunjukan seni. Tarian ini mengandung nilai filosofis yang erat dengan kehidupan sosial masyarakat Batak, termasuk falsafah Dalihan Na Tolu — penghormatan kepada hula-hula, kebersamaan dengan dongan tubu, dan kasih sayang terhadap boru. Karena itu, penilaian tidak hanya berfokus keindahan gerakan, tetapi juga pada pemahaman peserta terhadap nilai-nilai adat.

 

Salah seorang peserta dari tim Tortor Simanjuntak BBI Wilayah 9, Sihar Simanjuntak, menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini sangat penting bagi masyarakat Batak yang tinggal jauh dari kampung halaman.

 

“Ini menjadi sarana menjaga hubungan persaudaraan dan mengenalkan tradisi leluhur kepada generasi penerus. Kami berharap kegiatan ini dijadikan agenda tahunan sebagai pengingat bagi masyarakat Batak di perantauan terhadap tortor dan budaya leluhur,” ungkap Sihar.

 

Festival Batam Bonapasogit 2026 diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya Batak sekaligus memperkuat keberagaman budaya di Kota Batam. Sepuluh tim terbaik hasil penilaian hari ini akan kembali bersaing di babak puncak untuk memperebutkan gelar juara dan Piala Johannes Kennedy Aritonang pada akhir November nanti.

Editor: Patar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses