oleh

Kelompok Tani Desak PT Mayawana Persada Transparan Pada Masyarakat

Tumpukan Kayu dari kegiatan perusahaan PT. MP di Desa Kampar Sebomban Kecamatan Simpang Dua Kab Ketapang” foto: Dok Silabusnews.com

Silabusnews.com, Kalbar, Ketapang – Kelompok Tani Usaha Bersama, keluhkan tidak ada transparansi dari masuknya PT. Mayawana Persada. ( PT MP). Hal itu diungkapkan beberapa anggota kelompok tani ketika menemui awak media ini pada Jumat(02/12/2021).

As, salah satu anggota kelompok tani menuturkan, bahwa
pada saat undangan sosialisasi yang diundang oleh pak Kadus, Jul, dalam agenda undangan berjudul sosialisasi tidak ada keterbukaan.

“Pada saat sosialisasi, disepakati bahwa ini hanya sosialisasi, dan belum bisa memutuskan untuk menerima atau menolak PT. MP, untuk bisa diputuskan jika sudah ada MoU, dan kami minta penjelasan tentang MoU tersebut,”tutur AS.

Senada dengan As, anggota Kelompok Tani Usaha Bersama lainnya, MM, S, L, meminta juga pertanggungjawaban kepada ketua kelompok tani usaha bersama, Ekasius Kalong Asmara, baik sebagai ketua kelompok tani usaha bersama, maupun sebagai ketua tim PT MP untuk Dusun Tunas Kampar terkait penyerahan lahan kelompok seluas 600 hektar, karena sampai saat ini tidak ada bukti kwitansi, peta dan fee kayu atas lahan kelompok tersebut.

“Kami juga minta verifikasi luas lahan 600 hektar di lapangan, lahannya dari mana sampai kemana? Karena penyerahan lahan kelompok kami tidak ada rapat anggota tentang penyerahan lahan kelompok kepada PT MP, “tutur MM yang didampingi S, dan L.

“Kepada Pemerintah Dusun, Desa, Kecamatan, serta Bapak Polsek Simpang Dua, tolong bantu kami untuk mendapatkan transparansi penyerahan lahan kelompok kami,”timpal MM.

Saat dikonfirmasi, sekretaris kelompok, Gusti Bujang Mas, dan bendahara, Sarmon, mereka juga mengatakan bahwa penyerahan lahan kelompok tani usaha bersama seluas 600 hektar tanpa ada kordinasi maupun rapat pengurus.

” Saya hanya dipanggil pak ketua( Kalong red) untuk membagikan uang tali asih, Rp. 300.000,/hektar,” ujar Sarmon.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa pihaknya berulangkali minta bukti kwitansi kepada Ketua Kelompok namun tidak pernah ditunjukan.

“Karena sudah berkali-kali saya tanya kepada ketua tentang kwitansi, jawab pak ketua ( kalong) Itu ada, tapi sampai saat ini kwitansi yang dimaksud belum pernah di tujukan, saya selaku bendahara tidak mau ada dugaan yang tidak baik terhadap saya, tutur bapak bendahara,” papar Sarmon.

Sekretaris Kelompok Tani Gusti Bujang Mas saat di konfirmasi terkait lahan kelompok tani tidak banyak memberikan komentar.

“Kami selaku sekretaris, bendahara, dan anggota Kelompok Tani Usaha Bersama memberikan klarifikasi kepada saudara-saudara kami yang ada di daerah lelayang, serimung, jika ada bawas belukar yang masuk terjual atas nama kelompok tani usaha bersama, silahkan ditanyakan langsung kepada ketua Kelompok Bapak kalong, apakah ada permainan..? Kami tidak bertanggung jawab, karena penyerahan lahan tersebut tanpa komunikasi dan koordinasi kepada pengurus lainnya maupun kepada anggota Kelompok, setelah pembagian uang tali asih saya langsung mundur dari sekretaris kelompok,” Bujang Mas menambahkan.

Belakangan terdengar bahwa PT. MP saat ini kegiatannya menyasar ke wilayah Kayong Utara, Bujang Mas mengingatkan kepada warga agar lebih teliti dan jangan terlena.

” Saat ini PT MP sudah mulai menyasar ke daerah Kayong Utara, mereka akan menganggap hutan di sana, himbau saya masyarakat agar lebih jeli dan teliti, jangan terlena dan termakan bujuk rayu oknum yang diduga berkepentingan, karena jika sudah terjadi penyesalan tidak ada gunanya,” kata Pria pemeran Ki Anjang Samad dalam film Perang Belang Kait itu.

Dilain pihak Ekasius Kalong Asmara, Ketua kelompok tani dikonfirmasi belum terhubung.

Penulis : Ham/Ali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed