Ini Alasan Romo Kristiono Widodo Pembangunan Gereja Santo Joseph Karimun

 

Romo Kristiono Widodo,bersama Humas panitia pembangunan gereja (PPG) Romesko Purba.(f.silabusnews.com) 

Karimun,Silabusnews.com – Gereja Santo Joseph Kabupaten Karimun, yang terletak di Jalan Trikora No.1, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun. Gereja Santo Joseph telah berdiri sejak Tahun 1928.

” Gereja Santo Joseph sudah berdiri dan dipergunakan ibadah oleh jemaat sejak 1928 jauh sebelum Indonesia merdeka.

Melihat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak memadai untuk menampung seluruh umat disaat beribadah,” ujar Romo Paroki Gereja Santo Joseph Kristiono Widodo, Sabtu (26/10) kepada wartawan di kediamannya.

Romo Kristono Widodo menyampaikan, adapun rencana pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph Kabupaten Karimun tidak lain dikarenakan karena bangunan yang dimiliki sudah tidak memadai,sebut Romo

Kemudian, kapasitas gereja saat ini hanya mampu menampung 100 orang umat ( jemaat) sementara jumlah umat mencapai 600 orang yang terdaftar.

“Sehingga dalam melaksanakan ibadah kebanyakan umat beribadah di luar gereja, berpanas panasan dan terkena air diwaktu hujan. Lain lagi suara kebisingan kendraan yang lalulalang, sehingga beribadah tidak maksimal,” ucap Romo Kristono Widodo .

Kristiono Widodo mengaku, pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph telah mendapat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah daerah Karimun, Nomor 0386/DPMPTSP/IMB-81/2019, yang diterbitkan tanggal 2 -Oktober 2019 oleh Bupati Karimun melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun.

“Adapun bangunan yang tertuang  dalam IMB tersebut, Satu bangunan Gereja Satu lantai dengan luas 576M2 dan Satu bangunan pastoran (rumah tinggal dan kantor) dengan 3 lantai luas 784M2,” jelas Kristiono dengan menunjukan IMB dihadapan wartawan”.

Kristono Widodo menyebutkan peletakan batu pertama untuk pembangunan gereja tersebut rencananya akan dilaksanakannya pada hari ini oleh Uskup Keuskupan Pangkal Pinang, Mgr. Prof.Dr.Andrianus Sunarko.OFM, karena bapak Uskup adalah pimpinan agama Katolik tertinggi di Provinsi Kepri dan Bangka.

” Namun karena ada sebagian masyarakat tidak menyetujui dilaksanakan, peletakan batu kita batalkan, ungkapnya

Dia menjelaskan, adanya penolakan dari sebagian masyarakat, dikarenakan adanya isu yang beredar bahwa, bangunan gereja yang saat ini akan di rombak menjadi Dua lantai dan akan membangun patung bunda Maria, membangun salib yang dikatakan tinggi dan besar dan bangunan yang baru akan lebih tinggi dari rumah dinas Bupati Karimun yang ditakutkan akan menjadi ikon Kabupaten Karimun.

” Untuk itu saya sampaikan, bahwa isu tersebut tidak benar, dalam pembangunan gereja ini, tetap kita laksanakan sesuai dengan kesepakatan dan  menjaga kearifan lokal,” jelasnya.

Ditempat sama, Humas panitia pembangunan gereja (PPG) Romesko Purba menanggapi isu-isu mering yang disinyalir berdar ditengah masyarkat, ia mengatakan bahwa proses pengurusan IMB telah memenuhi ketentuan dan aturan yang berlaku.

” Saya ingin meluruskan isu-isu yang beredar atau diduga diedarkan oknum-oknum tertentu, saya jelaskan, Pertama, akan didirikan Patung Bunda Maria dengan sangat tinggi hingga nampak dari kejauhan atau dari pelabuhan domestik itu tidak benar, karena dalam gambar yang kami ajukan dalam proses pengurusan IMB, kami tidak membangun patung bunda Maria seperti informasi itu.

Kedua, sambungnya, mengenai salib yang dikatakan tinggi dan besar itu sama sekali tidak benar, karena sesuai kesepakatan, bahwa Gereja mengakomodir Kearifan lokal, yakni Gereja tidak menggunakan simbol-simbol, termaksud Salib diluar bangunan.

Ketiga, bangunan gereja dikatakan dua lantai, serta ditakutkan menjadi ikon karimun termaksud salib dan patung bunda Maria, itu tidak benar, sesuai kesepakatan bersama, bangunan gereja tidak boleh lebih tinggi dari rumah dinas bupati karimun yang tinggi nya 12 meter, bangunan gereja hanya 11,80 meter. Kecuali Rumah tinggal Pastor dan kantor (Sejenis Ruko), gereja hanya 1 lantai,”  pungkas Romesko menambahkan.

 

(Mes)

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.