Habitat Alam Rusak, Orang Utan Masuk Perkampungan Dan Merusak Tanaman

Pohon kelapa milik warga yang dimakan Umbut(pucuk)nya oleh Orang Utan, foto Dok Silabusnews.com

Silabusnews.com,Kalbar,Kayong Utara –  Sekitar 400 batang pohon kelapa milik beberapa warga di Dusun Sinar Timur, Desa Penjalaan Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar, sejak satu bulan lalu dirusak orang utan liar yang diduga kehilangan habitat tempat tinggalnya masuk ke ke wilayah perkampungan dan merusak tanaman perkebunan kelapa milik warga.
Hal itu di ungkapkan oleh Anwar Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Simpang Keramat Desa penjalaan lewat unggahan di Media Sosial Facebook, Rabu (28/04/2021).

Dalam unggahannya, Anwar mengharapkan bantuan segera dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sukadana.

Saat di Konfirmasi, Anwar mengatakan bahwa sudah satu bulan Orang Utan telah masuk ke area perkebunan warga di Desa Penjalaan.

“Berkisar 400 batang pohon kelapa milik beberapa warga di Dusun Sinar Timur, Desa Penjalaan menjadi sasaran, dirusak oleh orang utan,” ujarnya

Anwar menyebutkan keberadaan Orang Utan itu hanya mendapat perhatian dari Yayasan Palong dan IAR.

“Hanya Yayasan Palong dan Yayasan International Animal Rescue (IAR) saja yang ada pedulinya,”ujar Anwar.

Anwar mengatakan selama dalam satu bulan ini, ia bersama dan kawan kawan dari yayasan Palong dan IAR Sukadana hanya bisa memantau dan tidak berani menangkap hewan tersebut.

“Sudah sebulan ini, kami tim LPHD bersama Yayasan Palong dan IAR hanya bisa memantau saja, karena kami tidak punya wewenang untuk menangkap hewan tersebut, kecuali ada instruksi dari BKSDA” tambah Anwar.

“Selain dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar dan dikhawatirkan juga orang utan tersebut nantinya bisa saja menyerang warga,” ungkapnyap

Dilain Pihak, Verry Liem Aktivis Lingkungan meminta kepada pihak yang berwenang dalam hal itu BKSDA agar segera mengambil langkah dan tindakan untuk penyelamatan dan mengamankan orang utan yang merupakan hewan langka asli Kalimantan yang dilindungi tersebut.

” Kita meminta kepada pihak berwenang, untuk segera melajukan tindakan, dan kita khawatir, karena ketidaktahuan warga, hewan tersebut jadi sasaran dibunuh,” jelasnya.

“Diduga, hewan ini kehilangan habitat tempatnya berteduh dan mencari makan, karena hutan mulai punah akibat perambahan hutan yang dilakukan para pemilik modal untuk membuka lahan perkebunan. Sehingga para satwa ini masuk ke perkebunan warga untuk mencari makan,” lanjutnya

Verry juga mengajak warga untuk menyadari dan menjaga serta merawat hutan yang masih tersisa, sebagai penyangga dan keseimbamgan Alam.

” Mari kita sadari dan kita jaga serta kita rawat hutan kita, karena hutan yang tersisa itu adalah sebagai penyangga dan dan keseimbangan alam, sebagai ekosistem tempat berkembang biaknya satwa, bukan hanya orang utan, tetapi berbagai jenis satwa lainnya,” ajaknya

“Janganlah kita rusak dan tebangi lagi hutan yang tersisa, jangan ada lagi pembukaan lahan, cukuplah yang sudah ada itu, semua itu demi masa depan kelangsungan makhluk hidup di alam ini,” pungkasnya

Penulis : MI

Editor : Ali

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.