Karimun,Silabusnews.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun Fajar Harison Abidin M.Si memaparkan, rusaknya pelabuhan Roro Tanjung Buton pada pertengahan bulan September yang lalu membuat pelayaran rute Karimun – Tanjung Buton terhenti.
Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Karimun Dinas Perhubungan kabupaten Karimun mengalihkan pelayaran melalui Pelabuhan Sungai Selari, Pakning Bengkalis, Provinsi Riau. Karena jaraknya lebih dekat atau melalui Pelabuhan Dumai langsung,” ujar
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Drs. Fajar Harison Abidin, M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/11).
Sebenarnya, jelas Fajar. Saat ini sudah ada rencana untuk melalui mengunakan pelabuhan Sungai Selari, Namun pihak dari Dinas perhubungan Bengkalis meminta pelabuhan tersebut agar di Asesmen terlebih dahulu sebelum digunakan.
Ketahanan dermaga dengan restal (jalur) dermaga harus diketahui terlebih dahulu untuk mampu menahannya”, ucapnya.
Menurutnya, Asesmen ini dilakukan agar jangan terjadi lagi seperti kejadian yang di pelabuhan Beton (ambruk). Sebab selama ini Pelabuhan Sungai Selari hanya dilalui oleh kendaraan kecil dibawah 8 Ton, artinya hanya dilalui mobil penumpang saja ,” jelas Fajar.
Dia menjelaskan, saat ini status pelabuhan Sungai Selari di awal November ini. Pihak Kementerian juga sudah turun langsung dan sudah mengasesmen pelabuhan tersebut dan sekarang kita tinggal menunggu hasilnya.
Jadi. Kalau hasilnya ternyata kurang dari 15 Ton, maka kita bersama ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan) akan meminta penyeberangan melalui pelabuhan Dumai karena jalur pelabuhan Dumai sudah pasti mampu menampung beban diatas 15 Ton,kata Fajar.
Kadis Perhubungan Kabupaten Karimun mengungkapkan, selama ini kita ketahui muatan barang yang masuk lebih banyak dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara ke Kabupaten Karimun. Karena itu menurutnya untuk jalur barang juga cukup diuntungkan.
“Itu upaya yang sedang kita ambil saat ini untuk di sektor pelabuhan, kebutuhan masyarakat yang menggunakan jasa kapal Roro setiap akhir tahun juga cukup padat”, terangnya.
Dia menambahkan termasuk mengantisipasi pemudik yang menggunakan jalur pelayaran pada saat Natal dan Tahun BARU, pungkasnya.
( Mes)








