Dana Bergulir PNPM Disikat, Pelaku Ditangkap

Dua orang pelaku penyalahgunaan dana bergulir PNPM-MPd Di Bintan (berbaju tahanan), saat dilakukan konferenai pers di Polres Bintan, Rabu 02/11/2022 (F. Patar Sianipar).

Bintan, Kepri – Polres Bintan melakukan penangkapan dua orang pelaku penyalahgunaan dana bergulir PNPM-MPd dengan inisial YN (39) dan HS (58), atas laporan dari masyarakat.

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono S.H., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers, Rabu (02/11/2022) siang menyampaikan keterangan kepada para media terkait penangkapan dan penetapan dua orang tersangka atas kasus penyalahgunaan dana yang mengakibatkan kerugian negara.

Tidar mengatakan, ada dua orang pelaku, yakni YN (39), bertempat tinggal di kampung Mansur Kecil RT 001/RW 005 kelurahan Desa Tembeling Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan, yang memiliki peranan sebagai penanggungjawab pengelolaan anggaran di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Lestari Bintan, serta inisiator penarikan dana sejumlah RP. 650 juta, untuk perguliran dana SPI dan mengambil keuntungan pribadi sejumlah Rp. 150 juta.

Dan pelaku kedua yakni  HS (58) yang beralamat Kp. Darat RT 008/RW 004 Desa Pangkil Kecamatan Teluk Bintan yang menjabat Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Teluk Bintan, diketahui berperan sebagai yang menyetujui pembentukan dana Simpan Pinjam Individu (SPI), dan turut serta dalam penarikan dana yang berjumlah Rp. 650 juta untuk perguliran dana SPI, dimana ini bertentangan dengan petunjuk teknis operasional (PTO) .

Modus operandi dan motif kedua tersangka melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan dana bergulir ex Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) UPK Lestari Bintan Ke amatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan sejumlah Rp 650 000. 000,- (Enam Ratus Lima Puluh Juta Rupiah), dan bertentangan dengan petunjuk teknis operasional (PTO), dimana akibat dari kegiatan ini, mereka menguntungkan diri sendiri.

Dari Rp. 650 juta ini, dana sejumlah Rp 150.000.000,- yang diambil YN selanjutnya dipergunakan untuk pembelian satu unit pick-up, untuk usaha sembako, dan membeli satu unit Handphone merek OPPO.

Pick-up yang merupakan barang bukti turut diamankan di Polres Bintan, Rabu 02/11/2022 (F. Patar Sianipar)

Perbuatan mereka diketahui atas laporan masyarakat dan atas perbuatan mereka ini, dikenakan Pasal 2 atau pasal 3 UU RI NO. 31 Tahun 1999, sebagaimana dirubah dalamUU RI NO. 20 TAHUN 2001 tentang pemberantasan TIPIKOR jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHPidana dengan penjara 20 tahun penjara dan denda 1 Milyar rupiah,” terangnya..

Lebih lanjut, Tidar mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan akan ada lagi yang akan diperiksa terkait kasus ini.

“Ini akan terus kita kembangkan, sampai setuntas-tuntasnya,” pungkasnya.

PS

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.