Silabusnews.com,Karimun – Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S. Sos, M. Si. menghadiri Video Konference dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Ketenaga Kerjaan, Menteri BUMN, Kepala BKPM, Ketua Apindo Dan Ketua Kadin di Gedung Nasional. Rabu ( 7/4 ).
Vicon ini juga di hadiri Sekretaris Daerah Provinsi se – Indonesia, Kabupaten/Kota se – Indonesia.
Turut hadir mendampingi Bupati Karimun, Sekretaris Daerah, Dr. H. Muhd. Firmansyah, M. Si., Kadis Perindagkop Dan UKM, Kadis Pertanian Dan Kadis Tenaga Kerja.
Mendagri mengharapkan kepada Provinsi, Kabupaten/Kota agar supaya tetap menjaga ketersediaan alat Kesehatan dan menjaga kesetabilaan Pangan didaerahnya Masing – masing.
Mendagri juga mengatakan telah membentuk 2 Tim dalam menghadapi Cocid 19.
I. Tim Pendataan Alat Kesehatan Pemerintah Daerah dalam Upaya Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid 19.
Tugas dari Tim ini adalah menetapkan Kebutuhan Alat Kesehatan di Pemerintah Daerah secara Nasional.
Kebutuhan Alat kesehatannya berupa :
a. Barang Pelindung Diri warga.
b. Barang pelindung komunitas masyarakat.
c. Alat pelindung petugas medis.
d. Sarana dan peralatan medis lainnya.
e. Perlengkapan pasca Wafat.
Ada beberapa temuan Dan fakta yang didapat di Daerah – Daerah :
1. Umumnya Kab/Kota yang diidentifikasi sebagai epicentrum Covid-19, seperti JABODETABEK dan banyak ibu kota provinsi belum menyampaikan data.
2. Bagi Pemda yang telah menyampaikan proyeksi kebutuhan alat kesehatan untuk penanganan Covid-19, adalah data dari April hingga Oktober 2020.
3. Daerah-daerah yang belum menyampaikan data berjanji akan segera memenuhi paling lambat akhir minggu ini, seperti: Provinsi Kaltim, Sulteng, Sumbar, dan Papua Barat.
4. Secara umum, data ini sudah dapat dipakai untuk proyeksi kebutuhan penyediaan alat kesehatan daerah, beberapa Pemda memproyeksikan dengan over estimate dan juga ada yang under estimate.
5. Agregat jumlah kebutuhan alat kesehatan yang disampaikan oleh Pemda adalah peluang bagi pengembangan industri dalam negeri.
6. Sangat terbuka peluang bagi UMKM, dan koperasi karena jumlah kebutuhan Alkes yang sangat besar.
Maka dari temuan dan fakta tadi bisa diberikan saran dan rekomendasi :
1. Perkuat sinergitas dan komunikasi Pusat dan daerah di bawah koordinasi Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 di BNPP.
2. Perkuat social savety net, serta kemandirian ekonomi dengan spirit otonomi daerah.
3. Perkuat ketahanan pangan melalui ketersediaan logistic berbahan dasar lokal sebagai antisipasi kelangkaan sembako dan panic buying
4. Persiapkan sarana dan prasarana kesehatan yang bisa disediakan Pemda berkoordinasi dengan Kemenkes.
5. Mobilisasi UMKM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
6. Bijaksana memanfaatkan dana dan pembiayaan yang relatif terbatas, untuk prioritas pada penanganan Covid 19.
7. Optimalkan keterlibatan swasta.
II. Tim Pendataan Industri Dalam Negeri dalam upaya Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid 19.
Ada beberapa identifikasi Industri Dalam Kebutuhan penanganan Covid 19.
1. Barang Proteksi untuk Individu, yaitu :
Barang Luar:
– Masker
– Sarung Tangan
– Hand Sanitizer
Barang Dalam:
– Vitamin
2. Barang Proteksi untuk Masyarakat :
Sabun, Detergent, Alkohol, Disinfektan, Karbol, Pemutih.
3. Barang Proteksi untuk Medis :
APD Level 1, 2 dan 3., Masker N95 dan N90, Sarung Tangan Lateks/Handshcoen
Sepatu boots
Vitamin.
4. Barang Pasien :
– Tempat Tidur
– Alat Bantu Nafas
– Obat-obatan
– Vitamin
5. Peralatan untuk yang Meninggal :
– Plastik Bungkus
– Tempat khusus penguburan.
6. Kesiapan Rumah Sakit:
– Isolasi
– RS Pemulihan
– RS Perawatan
– IGD
Yang jelas dengan kejadian Covid 19 ini, Mendagri mengharapkan kepada Daerah harus tetap menjaga Kesehatan publik dan Daerah harus bisa menjaga kestabilitas pangan yang dikarenakan akibat dari dampak Covid à19 ini.
Yang jelas efek dari Covid 19 ini akan terjadi Permasalahan ekonomi masyarakat yang pasti merosot.
(Mes)
Humas: Pemkab Karimun









