Yanti Kurniasih Ketua Relawan Darah Sejahtera Bintan (Redasin) saat mendampingi pendonor ke UTD PMI Tanjungpinang, karena alat transfusi darah rusak di RSJK0, Rabu (25/04/2023) malam.
Bintan, Kepri – Alat transfusi darah pada Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Khusus Jiwa dan Ketergantungan Obat (UTD RSKJKO) Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjunguban, Bintan rusak, sejak pertengahan bulan puasa lalu. Yang mengakibatkan, jika ada masyarakat yang hendak mendonorkan darahnya harus ke UTD PMI Tanjungpinang.
Hal ini disampaikan ketua relawan darah sejahtera Bintan, Yanti Kurniasih, usai mengurus para pendonor yang akan diberangkatkan ke UTD PMI Tanjungpinang, Rabu, (26/04/2023) pagi sekira pukul 10.00 WIB.
“Jadi, karena alatnya rusak, dan, untuk memenuhi permintaan darah, pendonor harus ke UTD PMI Kota Tanjungpinang,” jelasnya
“Sementara harus ke UTD PMI kota Tanjungpinang,” ulangnya.

Yanti Kurniasih saat diwawancarai terkait alat transfusi darah yang lagi kondisi rusak di RSKJKO EHD.
Lebih lanjut Yanti mengatakan bahwa permintaan darah meningkat sejak bulan Ramadan sampai Lebaran saat ini.
“Tergantung permintaan karena ada yang sifatnya urgent (darah trombosit) seperti untuk pasien DBD, tapi ada permintaan yang rutin seperti untuk kebutuhan pasien kanker darah (talasemi), cuci darah,” jelasnya.
Yanti mengharapkan, agar alat transfusi darah di RSKJKO EHD Provinsi Kepri bisa kembali normal atau diganti dengan yang baru agar pelayanan donor darah dapat kembali berjalan dengan cepat.
Sementara Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSKJKO EHD Provinsi Kepri, Emil, membenarkan ada alat transfusi darah yang rusak.
Dan pihaknya tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dengan memesan alat tersebut.
“Barangnya sudah dipesan, mudah-mudahan minggu depan sudah sampai, agar dapat segera dipergunakan” pungkasnya.
Patar Sianipar









