Suasana di tempat kegiatan (F. Patar Sianipar)
Bintan, Kepri – Warga Tionghoa mengikuti tradisi Sembahyang Keselamatan Sembahyang keselamatan yang identik dengan Moon Cake atau kue bulan ini setiap tahunnya dilaksanakan sebagai wujud doa bersama, kerukunan, dan toleransi antarumat beragama, digelar selama tiga malam berturut-turut di Vihara Dharma Santi Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang digelar berlangsung mulai Kamis malam, 24 September hingga 26 September 2026.
Selain menjadi momentum doa bersama, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Tanjunguban.
A Hau, Ketua Panitia Pelaksana Tradisi Sembahyang Keselamatan Vihara Dharma Santi Tanjunguban, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, tradisi yang identik dengan Moon Cake atau kue bulan itu menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul dan memanjatkan doa bersama.
Sementara itu, Ketua Yayasan Vihara Dharma Santi Tanjunguban, Antonie Han, mengatakan rangkaian Sembahyang Keselamatan berlangsung selama tiga malam dengan puncak kegiatan pada 25 September 2026 malam.
Antoni menyampaikan, tradisi tersebut telah dilaksanakan secara turun-temurun di Vihara Dharma Santi Tanjung uban.
“Tradisi itu bahkan telah berlangsung hampir satu abad dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat”, pungkasnya.
Patar Sianipar










