Sidang Pledoi, Andry Ermawan SH Minta Hakim Putus Perkara

Karimun,Silabusnews.com – Sidang lanjutan dalam pembacaan pledoi oleh kuasa hukum Andry Ermawan.SH kembali digelar dengan kasus tunggakan BPJS ketenagakerjaan terhadap dua terdakwa Indra Gunawa mantan Dirut dan M Yusuf mantan Direksi PT. Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH), yang mana sebelumnya sidang kasus tersebut digelar pada Senin (6/1) kemarin.

Sidang agenda pembacaan pledoi oleh kuasa hukum kedua terdakwa Andry Ermawan, SH dipimpin oleh Ketua majelis hakim Joko Dwi Atmoko, SH, MH, dan dua anggota majelis hakim Yanuar, SH serta Renny Hidayati, SH turut dihadiri kedua terdakwa diruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai Karimun, Rabu (8/1) siang.

Kuasa hukum kedua terdakwa Andry Ermawan, SH mengungkapkan, bahwa kedua kliennya tidak ada hubungan dengan kasus pidana sehingga kasus tunggakan BPJS ketenagakerjaan terhadap dua terdakwa Indra Gunawa mantan Dirut dan M Yusuf mantan Direksi PT. Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) atas
tuntutan dari JPU. Sehingga tuduhan unsur pasal 19 ayat 1 dan 2 jo pasal 55 yang diatur dalam undang- undang RI no.24 Tahun 2011 itu tidak terbukti karena sudah masuk kepailitan. Maka dari itu tuntutan hukum yang masih berjalan harus dikesampingkan karena PT KDH sudah dinyatakan pailit tanggal 18 September 2019
yang sudah ada ketetapan hukum PN Niaga Medan,” ungkapnya usai persidangan.

“Tuduhan tunggakan BPJS yang tidak dibayarkan itu sudah ada sanksi 2 persen setiap bulan dari keterlambatan, itu sesuai dengan PP 44,PP 45 dan PP 46 tahun 2015,”jelasnya.

Kuasa hukum Andry Ermawan, SH menjelaskan, ini sudah masuk dalam perdata. Dan ini dikuatkan oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan didalam persidangan ,serta sudah terdaftar sebagai kreditor preferen dengan nilai Rp561 juta yang sudah disetujui oleh Kurator PT KDH dengan penetapan dari hakim pengawas Pengadilan Niaga Medan,” tuturnya.

Selain itu lanjut Andry, meminta kepada majelis hakim agar kedua kliennya dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan JPU, selanjutnya menyatakan kasus tersebut adalah merupakan kasus perdata kepailitan dan meminta agar dilakukan rehabilitasi harkat, martabat dan nama baik terdakwa Indra Gunawan dan M.Yusuf serta, membebankan biaya perkara kepada negara.
.
” Mudah-mudahan pembacaan pledoi kita, bisa menjadi pertimbangan majelis hakim,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihak Jaksa Penuntut Umum ( JPU) yang dibacakan oleh Yogi Taufik menuntut kedua terdakwa dihukum selama enam bulan penjara. Dengan terbukti telah melanggar pasal Pasal 19 ayat 1 dan 2 Jo pasal 55 UU RI Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

Sidang akan dilanjutkan, Senin (13/1) depan dengan agenda pembacaan replik dari JPU.

( Mes)

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.