oleh

Satgas Karhutla Sigap dan Tanggap Padamkan Api 

Kawasan lahan yang terbakar, tampak api semakin membesar” Rabu 26/1 (Foto Laode)

Silabusnews com, Bintan – Lagi-lagi
Kebakaran hutan dan lahan (Karhurtla) terjadi diwilayah Kabupaten Bintan. Kali ini, kebakaran terjadi di hutan milik (PT) Antam, di kampung kolong Enam dbersebelahan dengan tower pemancar TVRI, dekat dengan pasar Beerdikari, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Rabu (26/01/2022) sekira pukul17.30 WIB.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Bintan Timur, Nurwendi mengatakan untunglah satgas karhutla sigap dan tanggap memadamkan sijago merah, dimana menurutnya jika terlambat sedikit memadamkan api, maka pasar Berdikari pun akan rata dengan tanah dan akan ada rumah masyarakat yang terbakar.

Menurut informasi Nurwendi, saat tim Satgas karhutla yang terdiri Polsek Bintan Timur, Babinsa Kijang Kota, petugas Damkar dan masyarakat berusaha memadamkan api yang semakin membesar dengan menyemprotkan air, tiba-tiba
mobil damkar, cooler
radiator nya rusak (jebol) serta mengeluarkan asap panas.

“Jebol bang radiatornya, maklum saja mobil damkar dioperasikan sejak tahun 2006, sudah 18 tahun,” jelasnya.

“Untung saja masih ada semangat tim satgas karhutla untuk memadamkan api, dan berhasil dipadamkan sekira pukul 18.00 WIB,” lanjutnya.

Dan mobil damkar dioperasikan kembali menunggu radiatornya dingin, namun hingga saat ini tidak dilakukan perbaikan mengingat kondisi yang lagi ekstrim saat ini.

“Rawan terjadi kebakaran, makanya tudak dibawa ke bengkel untuk diperbaiki,” sebutnya.

Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bintan, agar menyediakan unit baru untuk damkar, mengingat usia kendaraan sudah tua.

“Kami berharap akan ada realisasi tambahan mobil damkar,” pintanya

“Dan, saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktifitas membakar lahan, karwna dikhawatirkan saat musim panas seperti ini sangat rawan terjadi kebakaran,” pungkasnya

Laode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.