Sampan Pecah Dihantam Badai, Berenang Tanpa Baju Ke Pulau Tak Berpenghuni

Hariadi tanpa baju di dampingi Ayahnya setelah di evakuasi,foto Edi Jajar

Silabusnews.com, Bintan — seorang nelayan Kampung Mentigi Tanjung Uban, Hariadi (30), turun melaut menyandit Sotong tak lama kemudian setelah lepas tali sampannya,tiba- tiba dihantam angin kencang dan ombak laut Mentigi, terjadi Selasa malam (12/01/2021) sekira pukul 20.30 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh dari salah seorang warga Tanjung uban Bung Edi Jakar, mengatakan bahwa ada nelayan Mentigi yang akan pergi melaut menyandit sotong tiba-tiba dihantam badai dan ombak,sampan yang di tompangi korban pecah dan tenggelam,Namun korban selamat dari keganasan badai dan ombak.

Dimana korban setelah sampan yang ia tompangi pecah di hantam badai dan ombak untuk menyelamat diri,korban berupaya berenang ke tepi pulau buau,lalu di temukan warga yang sedang mencari korban sedang tertidur dengan selamat, lalu korban dievakuasi sekira pukul 11.30 WIB,”ungkap Edi

Menurut informasi, AKP Suhardi, Kasatpolair melalui IPDA Muslimin mengatakan secara lisan ada laporan dari pihak keluarga yang mengatakan bahwa salah satu dari keluarganya yang pergi melaut tadi malam (12/1/2021) tidak kembali.

Begitu terima laporan lisan tersebut,tim gabungan langsung turun Angkatan Laut, KPLP dan masyarakat menyebar menyusuri pantai dan laut hingga kearah laut Lobam.

Salah satu tim dari masyarakat, dari kejauhan melihat ada orang tanpa baju dipantai pulau Buau. Wargapun langsung merapat kepantai dan berhasil,menemukan Hariadi dalam keadaan tanpa baju dan kedinginan.

Mereka pun langsung merapat ke rumahnya, dan mengabarkan ke tim lainnya bahwa Hariadi sudah ditemukan dengan selamat.

Akhirnya, Hariadi didampingi RT setempat diminta untuk dimintai keterangannya di kantor Satpolair Polres Bintan di Tanjunguban Kota.

Setelah diproses, Hariadi dipersilahkan kembali kerumah dan diminta untuk senantiasa waspada jika hendak pergi melaut.

AKP Suhardi mengimbau, agar para nelayan yang hendak pergi melaut memperhatikan kondisi alam, dimana balakangan ini terlihat iklim ekstrim sedang melanda di laut Kepulauan Riau, tutupnya.

Penulis Patar Sianipar

Editor: Crates

 

 

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.