Rumah Warga Dihadiahi Lumpur, DLH Bintan Datangi Lokasi Proyek

Tim dari DLH Bintan, perwakilan dari pengembang perumahan serta Alun Julianti, ketua RT 02/04, Kampung Baru saat meninjau lokasi parit yang menjadi dangkal akibat tertimbun tanah cut and fill, proyek pembangunan perumahan, Senin 12/12/2022 (Foto Patar Sianipar)

Bintan, Kepri – Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan mendatangi kantor pemasaran salah satu pengembang perumahan di Tanjunguban, dampak belum terealisasinya pengerukan parit yang menjadi dangkal, yang bersempadan dengan rumah tinggal warga, Senin (12/12/2022) .

Diketahui, akibat dari belum direalisasikan pengerukan ini, ada rumah warga di RT 02 RW 04, yang sempadan dengan Perumahan Permata Bintan Indah, Kampung Baru Tanjunguban dihadiahi lumpur, setiap turun hujan, dan bukan hanya itu, diperkirakan juga akan berakibat terjadi longsor.

Seperti pantauan dilapangan, bersama Alun Julianti, ketua RT 02/04 Kampung Baru Tanjunguban Utara, rumah tinggal Dedek Ambarita, yang menerima hadiah lumpur dari proyek ini mengatakan, bahwa ia menunggu itikad baok dari pengembang, terkait penyelesaian permasalahan yang terjadi.

“Selaku Ketua RT, saya minta pihak pengembang harus mengedepankan kenyamanan masyarakat yang sudah lebih tinggal diwilayah sini, bukan main asal kerja saja,” jelasnya.

Dedek Ambarita, yang mengalami dampak dari permasalahan yang ditimbulkan mengatakan bahwa sejak kami masih anak-anak, lingkungan rumah kami tidak pernah mengalami kebanjiran seperti saat ini.

Alun Julianti, ketua RT 02/04 Kampung Baru Tanjunguban Utara, bersama Dedek Ambarita, saat akan menunjukkan lokasi yang kemungkinan akan longsor akibat kena aliran air dari lokasi proyek, Senin 12/12/2022 ( Foto Patar Sianipar)

Selain banjir yang disertai lumpur begini, kemungkinan longsor bisa saja terjadi, mengingat air begitu derasnya mengalir dari atas, ujarnya sembari menunjukkan batas tanah yang tingginya seatap dapur rumahnya, yang meruoakan jalur air ke halaman rumahnya.

“Sehari setelah diberitakan, tepatnya Minggu 11/12/2022, pihak pengembang sudah melakukan pembuatan parit di samping rumah tinggal saya, namun ini penilaian saya adalah pekerjaan sis-sia, buang-buang energi,”paparnya.

“Parit yang menjadi dangkal lah sumber masalah ini, akibat tertimbun tanah,” lanjutnya.

Sementara itu, saat dilapangan, pihak DLH Bintan meminta agar dilaksanakan pengerukan parit oleh pengembang, dan meminta agar diselesaikan sampai batas waktu tanggal 20 Desember 2022 ini.

Hingga berita ini diunggah, pengembang yang dihubungi lewat saluran telefon mengatakan masih dalam perjalanan pulang dari luar daerah menuju Tanjunguban.

PS

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.