Ratusan Batang Kayu Balok Ukuran 8×16 Diamankan Polsek Sandai,Tangkap Para Cukong

Ratusan batang Kayu Jenis Belian tanpa pemilik berhasil diamankan jajaran Polsek Sandai. Foto: Amzah untuk Silabusnews.com

Silabusnews.com,Kalbar,Ketapang – Ratusan Batang Kayu Broti bertumpuk tanpa pemilik yang diduga hasil pembalakan liar (Ilegal Logging) diamankan Satuan Polsek Sandai pada hari Jum’at (30-04-2021) sekira pukul 16.00 Wib, di Desa Demit Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.

Ratusan batang kayu balok belian dengan ukuran 8×16 yang ditemukan di Tempat Penumpukan Kayu. (TPK) di pinggir sungai, masih dalam penyelidikan.
Hal itu disampaikan Kapolres Ketapang melalui Kapolsek Sandai IPTU Fanni Athar Hidayat, STK., SIK.

“Memang benar bahwa jajaran Kepolisian Ketapang telah mengamankan kayu belian, dan untuk sementara masih dilakukan penyelidikan dan belum menetapkan tersangka,” ujar IPTU Fanni Athar.

Kapolsek melalui releasenya pada Selasa(04-05-2021) mengungkapkan, pada saat mengamankan kayu pemilik TPK tidak berada di tempat. Meski demikian, kayu yang diduga illegal itu akan dibawa dengan menggunakan truk.

“Rencananya hari Senin memanggil pemilik TPK untuk diminta keterangan. Sementara kami belum menetapkan tersangka karena masih dalam penyelidikan. Tidak ada lagi kayu yang diamankan lainnya, karena memang Polisi tidak menemukan lagi selain kayu yang diamankan di TPK Desa Demit tersebut,” ungkap IPTU Fanni.

Pada kesempatan itu Kapolsek Sandai mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan kegiatan atau bisnis kayu secara illegal. Selain tidak ramah lingkungan, pembalakan liar sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Pembalakan kayu secara illegal akan berdampak kerusakan lingkungan, bisa mengakibatkan musibah di seputar wilayah seperti longsor, banjir dan lainnya. Jika ingin berbisnis, lengkapi surat dari Kementerian Lingkungan dan lain sebagainya,” tegas Fanni Athar.

Atas keberhasilan jajaran Polsek Sandai yang telah mengamankan kayu, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Serta berharap pengamanan tersebut dapat memberi efek jera dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pembabatan kayu secara illegal merupakan bentuk dari kejahatan lingkungan terorganisir, bertentangan dengan aturan di negeri ini. Kejahatan lingkungan mempunyai dampak pidana, tertuang dalam Undang-Undang (UU) No.23 Tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan hukuman terberat pidana 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp.15 milyar.

Sementara kejahatan terhadap hutan telah diatur dalam UU RI No.18 Tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan dan UU RI No.41 Tahun 1999 tentang kehutanan, dengan saksi pidana minimal 5 tahun dan denda.

Para Aktivis dan Penggiat sosial juga berharap adanya pembalakan liar ini, agar diberantas secara tuntas, termasuk adanya cukong-cukong yang diduga bermain dalam hal ini. Karena ingin memperkaya diri dengan seenaknya menebang kayu di hutan.

Ada dugaan terkesan para cukong telah mempermainkan hukum, bahwa semuanya itu dapat dibereskan. Seperti  penuturan Hermanto, salah satu Investigator LP3K-RI Wilayah Kalbar.

” Banyaknya pembalakan liar ini sudah menjadi rahasia umum, yang diduga ada cukong cukong kuat yang bermain, dimana terkesan mereka dapat mempermainkan hukum, sehingga kegiatan ilegal itu dapat berjalan mulus,” tutur Hermanto pada media ini pada Selasa(04-05-2021).

Hermanto mengapresiasi  jajaran kepolisian Polsek Sandai yang telah berhasil mengamankan kayu yang diduga hasil pembalakan liar.

” Kita patut mengapresiasi kepada jajaran Polsek Sandai yang telah mengamankan kayu tersebut, sebagai wujud keseriusan dalam mencegah kerusakan lingkungan,”ujar Hermanto.

Hal senada juga disampaikan oleh Rudi Wisno Sekretaris Komisariat Daerah (Komda) Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintahan dan Keadilan(LP-KPK)Kalbar.

“Kita sudah sering mendengar kalau di daerah Sandai banyak pelaku Ilegal Loging, dan itu bukan rahasia lagi, hal itu berjalan seolah tidak ada yang tersentuh hukum, kita belum mendengar para cukong yang ditangkap, namun yang ada hanya yang kroco kroconya seperti Sopir sebagai pengangkut,” kata Rudi.

Rudi mendorong para penegak Hukum seperti  Kepolisian Daerah Kalbar  bertindak tegas kepada para cukong.

” Harapan kita Polda Kalbar mampu mengungkap siapa cukongnya dan hukum harus ditegakan sesuai Undang Undang yang berlaku di NKRI yang kita cinta, agar ada efek jera para cukong pembalak liar, dan hutan kita dapat terjaga,” ketusnya.

Penulis : JN

Editor : Ali

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.