Abdul Rahman Anggota DPRD Kayong Utara Dapil II Pulau Maya Karimata. Foto: Facebook Abdul Rahman Kayong.
Silabusnews.com, Kayong Utara– Rencana ujicoba perkebunan sawit yang akan di alokasikan di Dusun Tanjung Nibung Desa Dusun Kecil, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, mendapat tanggapan berbagai pihak dari warga Net, adnya rencana tersebut di unggah oleh Akun Facebook Abdul Rahman Kayong yang menampilkan foto Jonder dan Bibit Sawit, pada Minggu (20/09/2020) pada pukul 06.47 Wib.
Abdul Rahman yang nota bene adalah salah satu anggota DPRD yang berhasil lolos dalam Pileg Dapil II Pulau Maya, Karimata, Kabupaten Kayong Utara, yang menampung aspirasi warga dengan ini memberikan bantuan serta mendorong masyarakat melalui progam bantuan bibit sawit.
“Rencana mau diujicoba di pulau Maya, khususnya di Tanjung Nibung dulu. Ada lahan pertanian 100 HA, semoga sukses. Plus bibit sawit untuk zona perkebunan,” Cuit Abdul Rahman.
Menurut Ijul KKU, rencana perkebunan sawit di Tanjung Nibung berdampak tidak baik dan merusak lingkungan.
“Dengan adanya rencana pembukaan perkebunan sawit yang di kelola pihak swasta, atas program Anggota DPRD kabupaten Kayong Utara Dapil Pulau Maya
Jelas itu akan merusak lingkungan sekitar, khusus nya para nelayan dan sebagian peladang,” Tutur Ijul KKU saat bertemu Awak media di Gedung PNPM Desa Rantau Panjang Minggu(20/09/2020).
Lebih lanjut dikatakannya, hutan gambut tidaklah gampang untuk di jadikan lahan sawit, apa lagi dengan penghasilan warga yang hanya cukup makan sehari.
“Di tambah lagi mereka terbiasa di laut, besar kemungkinan akan gagal dalam perawatan.
Saya sangat khawatir di kemudian hari lahan yang sudah terlanjur di garap, dengan ketidak mampuan warga akan ada oknum-omnum nakal yang menginvestasikan lahan ini ke perusahaan besar. Kemudian akan terjadi pembodohan terhadap warga di lingkungan sekitar, nguli di lahan sendiri,” lanjutnya.
Dikatakannya pula
“Belum lagi ancaman terhadap ikan udang serta Habitat aslinya yang ada di permukaan bumi akan tercemar limbah seperti racun kebun sawit,”tukas Ijul KKU.
Sementara itu, warga Net juga menanggapi dengan berbagai tanggapan.
Hadi Soesielo menanggapi cuitan Abdul Rahman, memohon adanya perimbangan untuk nelayan yang mencari nafkah di area selat, khususnya Selat Maya.
“Jangan sampai macam di paket enam tak nyampai 10 mtr, lansung petkebunan sawet.
Jangan sampai,jangan sampai,jangan sampai.,” Tulis Hadi Soesielo.
Ditambahkan Hadi yang mengkhawatirkan dampak yang akan ditimbukan dapat merugikan nelayan setempat.
“Abdul Rahman Kayong ketika hutan sudah digarap semua limbah, air tanah yang mengandung zat yg ada dalam pupuk mau racun rumput atau yang sejenis nya akan lebih cepat turun ke sungai,
hingga menggangu berkembang biak nya ikan,kepiting dll yang di sekitar nya…
Ini nyata dan telah dirasakn oleh para nelayan dampak nya.
Sekali lagi dgn tidak bermaksud menghalangi niat baik abang-abang sekalian yg ingin sekali mensejahterakn masyarakat,saya hanya memohon pertimbangan nya,” Tulis Hadi Soesielo lagi.
Komentar Hadi Soesiolo dijawab Abdul Rahman.
“Hadi Soesielo berape banyak nelayan kite, dusun besar tak Ade sawit, kenape kelautannya jadi merosot.
Kalau mau sukses sebagai nelayan maka pelajarilah ilmu kelautan. Jangan hanya sekedar nangkap dan nangkap saja,” jawab Abdul Rahman.
Ahmad Juanda II ikut menimpali.
“Banyak saye bace komen2 saudare2 ni ade pro dan ade kontra nye di bidang perkebunan sawit baik itu di hutan maupun di lahan tidur.
Cobe para pemimpin berfikir Udah ade bahase stuju dan tidak stujun nya kenape masih dikejar?? Anak kecil pun paham bahwa ini secare tak langsung Bangah mengadu domba masyarakat kenape ndak cari jalan tengah nye??
Ini name nye nafsu yang bekedokan kemajuan ekonomi tapi mengadu secare tak langsung, timpal Ahmad Juanda II.
Komentar Ahmad Juanda II di benarkan oleh Santo Santo.
“Ahmad Juanda II
Anda benar saudaraku,hampir mayoritas masyarakat pulau maya menolak keberada’an kebun sawit,tapi yg minoritas ini nampaknya,ada dukungan dari penguasa,” Santo Santo.
Ada juga yang memberikan dukungan atas progam tersebut. Salah satunya Akun Sibo Kayuta.
“Kemaren ade beberapa warga konsultasi meminta pendapat kepade saye pas kebetulan saya ada di tanjung nibung, yaa saya bilang asal sudah di pertimbangkan untung rugi nya tidak masalah kalau itu bermanfaat bagi warga stempat.
Slama itu baik dan bermanfaat bagi masarakat… LANJUTKAN PAKWE,” tulis Sibo Kayuta.
Tidak sedikit warga Net lain yang memberikan saran dan masukan agar rencana tersebut mesti di kaji dan menyarankan agar lahan yang ada ditanami varian lain seperti Ubi, Jengkol, Keraton dan lain sebagainya.
Dilain pihak Abdul Rahman kepada awak media menjelaskan, bahwa dirinya sudah keliling melihat ekonomi masyarakat. Terlalu banyak yang harus dibenahi.
“Secara khusus saya konsentrasi di dapil saya. Namun demikian di Kec. Tl batang juga banyak pengajuan kepada saya untuk di fasilitasi. Terkadang sedih juga melihat kondisi ini,” jelas Abdul Rahman via WhatsApp Senin (21/09/2020)
Lebih jauh di jelaskan nya kaitan dengan perkebunan yang diminta masyarakat. Terutama sawit di beberapa daerah telah dilakukan pertemuan.
“Dan mayoritas mereka telah melakukan pembibitan.Dan benih mereka kurang. Lahan terbentang luas APL.
Pihak ketiga banyak yang beli lahan disana karena murah.
Andaikan masyarakat tidak kita bantu.
Dan pemodal menanam ditanah mereka sendiri. Nggak mungkin kita mencabutnya. Karena tanaman itu tidak dilarang. Apalagi bukan pada kawasan yang masih hutan,” jelasnya lagi.
Dikatakannya banyak masalah sosial yang jadi cerita tempat tersebut.
“Kita tidak mampu bantu mereka finansial langsung. Tak mungkin saya umbar di medsos,” pungkas Abdul Rahman.
(Ali)










