oleh

Polda Kalbar Amankan 54.180 Liter Solar dan 24 Tersangka Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Barang bukti yang diamankan petugas berupa unit truk dan BBM” Foto Humas untuk Silabusnews.com

Silabusnews.com, Kalbar, Pontianak – Sejak Januari hingga Mei 2022 Kepolisian Daerah Kalimantan Barat berhasil mengungkap penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, dari 19 laporan polisi di seluruh wilayah Kalbar hingga berpotensi merugikan negara sekitar Rp 10 Miliar.

Hal itu diungkapkan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar, Kompol Yasir Ahmadi, Rabu(01/06/2022).

“Sebanyak 2(dua) kasus sudah P-21 dan 17 kasus sedang dalam proses penyelidikan,” ungkap Kompol Yasir Ahmadi.

Lebih lanjut dijelaskan Yasir dari 19 TKP, pihaknya berhasil mengamankan 24 orang yang telah di tetapkan statusnya sebagai tersangka.

“Dari 24 orang tersangka itu, lima tersangka yang diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kalbar, sedangkan 19 tersangka lainnya diamankan oleh Ditpolairud dan Polres Jajaran,” jelasnya.

Pihak Kepolisian juga mengamankan barang bukti yang disita berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 54.180 liter, kemudian kapal motor satu unit, lima mobil jenis truk, 20 jenis kendaraan lainnya yang digunakan sebagai sarana angkut, serta barang bukti lainnya.

“Modus operandi para tersangka dalam melakukan penyelewengan BBM bersubsidi tersebut, di antaranya melakukan penimbunan solar untuk dijual kembali, kemudian menjual solar itu kepada pihak industri, pertambangan, dan termasuk membawa BBM bersubsidi itu tanpa dilengkapi dokumen,” terang Yasir.

Atas perbuatannya para tersangka terancam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dalam kesempatan itu, Yasir juga menegaskan, pihaknya akan konsisten dalam melakukan penindakan, penegakan hukum terhadap siapa saja yang
melakukan penyalahgunaan dan penyelewengan BBM bersubsidi khususnya solar tersebut.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar secepatnya melaporkan kalau melihat masih adanya oknum atau pihak yang masih membeli BBM jenis solar, lalu kemudian untuk ditampung dan dijual kembali, agar diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (*)

Penulis:Ali

Sumber: Humas Polda

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.