oleh

Petani Sawit Kalbar Kecewa Anggota DPRD Tak Hadir Saat Aksi

Sutarmidji, S.H., M.Hum terima kehadiran Ratusan masa Aksi di Kantor Gubernur Kalbar” Jumat(15/07/2022). Foto: Agus.

Silabusnews.com, Kalbar, Pontianak – Sekitar 700 an petani/pekebun sawit dari berbagai daerah dan komponen masyarakat melakukan aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat dalam rangka menyuarakan penderitaan para petani sawit akibat anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS).Pada Jumat(15/07/2022).

Aksi yang diinisiasi oleh Front Perjuangan Masyarakat Sawit (FPMS) Kalbar ini berkolaborasi dengan organisasi masyarakat lainnya seperti Bala Pangayo, Persatuan Sedulur Jawa, Kamuda Maniamas, dan lain-lain.

Ketua FPMS Kalbar, Agus Setiadi, sangat mengapresiasi kepada Gubernur Kalbar yang bersedia menerima para pendemo.

“Kita sangat apresiasi Bapak Gubernur Kalbar beserta jajaran mau menerima kedatangan perwakilan petani/pekebun sawit seKalimantan Barat,” ujar Agus Setiadi saat di hubungi via WhatsApp Sabtu(16/07/2022) malam.

Pada kesempatan itu, Agus juga menyampaikan bahwa pihaknya menyesalkan pihak DPRD Kalbar yang merupakan corong masyarakat justru tidak ada satu pun yang hadir menerima aspirasi dari para pendemo.

“Padahal sudah kita surati resmi jauh hari. Ada apa gerangan dengan DPRD Kalbar, ini tentu membuat kecewa kawan-kawan petani/pekebun sawit,” ucap Agus.

Agus menjelaskan bahwa pada dialog Gubernur dengan massa aksi, disampaikan bahwa Gubernur akan membawa aspirasi petani untuk disampaikan pada pertemuan dengan Presiden hari ini, Sabtu(16/07) di Ancol.

” Kami menyerahkan 2 lembar dokumen berupa tuntutan dan surat terbuka petani/pekebun sawit untuk Presiden. Kita sangat berharap semoga pak Presiden mendengar aspirasi ini dan segera menaikkan harga TBS Nasional ,” terang tokoh muda Kalbar ini.

Pihaknya sangat mendukung pernyataan Gubernur yang akan membentuk Tim Pengawas Harga Sawit yang nantinya akan melibatkan perwakilan petani yang turun aksi.

‘Memang harus ada begitu, biar masyarakat pekebun tak terus ditekan atau dipermainkan harga TBS nya. Selain itu, persoalan pupuk dan BBM solar bersubsidi juga harus segera dikendalikan agar tidak tinggi atau mahal sampai di petani,” ujar Agus.

Kami akan memantau perkembangan harga TBS dalam 2 pekan ini, jika tidak ada perubahan harga yang siginif6ikan. Maka kami akan menggelar demo besar-besaran Se-Kalimantan dan Sumatera karena banyak sekali para petani dari berbagai propinsi lain yang sangat simpatik dan ingin bergabung memperjuangkan nasib petani bersama-sama,” pungkas pria berdarah Sanggau ini.

Penulis: Jon/Ali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.