oleh

Perusahaan Harus Lebih Berhati-hati Dengan Mandor

Willy Yanto, usai memberi klarifikasi terkait PT TJS yang dirugikan mandor karena tidak membayarkan gaji pekerja, Jum’at 13/05/2022 (Foto Patar Sianipar)

Silabusnews.com, Bintan – Willy Yanto, masyarakat yang menerima informasi tentang tidak dibayarkannya gaji dua orang pekerja harian lepas yang bekerja di lokasi proyek PT. Tunas Jaya Sanur (TJS), yang melakukan aktivitas pembangunan proyek Indigo Resort di kawasan Lagoi, Bintan, saat mendengarkan klarifikasi dari Safety Head Gede Putrawan, di ruangannya, Kamis (12/05/2022), sangat menyayangkan ulah dari mandor yang diduga menilep uang kedua gaji pekerja harian lepas tersebut dan hingga kini belum menikmati upah kerjanya, Jum’at (13/05/2022)

“Jika memang pihak perusahaan sudah membayarkan seluruh gaji pekerja melalui mandor, seperti yang disampaikan pihak TJS, tentunya ini menjadi tanggungjawab sang mandor,” ujarnya.

Gede Putrawan, Safety Head PT TJS saat mengklarifikasi kejadian yang dilakukan mandor terhadap 2 orang pekerjanya dengan tidak membayarkan gaji pekerjanya.

“Berarti disini PT TJS tidak melakukan kesalahan dengan tidak membayarkan gaji, karena itu kewajibanan mandor Budi Utomo, yang nenerima seluruh pembayaran gaji dari PT TJS,” kesalnya

“Mandor tersebut, diduga sudah tidak berada disini, karena selain meninggalkan masalah pembayaran gaji, juga hutang di warung makan dan tempat lain,” lanjutnya.

Selanjutnya Willy juga mengatakan, sebaiknya seluruh perusahaan yang memakai tenaga kerja dimana pembayaran gaji pekerjanya melalui mandor, harus lebih berhati-hati kedepannya.

“Atas kejadian ini, PT TJS seperti dikatakan pepatah, orang yang makan nangka, kita yang kena getahnya,” tuturnya

Sementara itu, Gede Putrawan saat dihubungi lewat saluran Whatssapp menjelaskan, bahwa benar Budi Utomo mandor yang membawahi kedua pekerja yang belum dibayarkan gajinya tersebut.

“Atas kejadian ini, pihak TJS masih intens menghubungi mandor tersebut, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun sampai saat ini belum bisa dihubungi,” pungkasnya

Patar Sianipar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.