Pembangunan Puskesmas Pemahan Akan Terealisasi Sesuai Rencana

Pondasi Pembangunan Puskesmas Pemahaman, foto Ali Silabusnews.com

Silabusnews.com, Ketapang – Terhentinya pembangunan Puskesmas Pemahan beberapa waktu lalu, diharapkan akan terealisasi sesuai perencanaan, hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Ketapang Rustami Efendi, saat ditemui di ruang Kantornya, jalan DI Panjaitan, pada Selasa(19/01/2021).

Dikatakannya terhentinya pembangunan tersebut hingga habis masa kontrak dikarenakan ada beberapa hal.

” Ada penolakan masyarakat Pebihingan sebagiannya yang berharap pembangunan itu di Desa Pebihingan, sedangkan untuk pembangunan itu sudah diputuskan di Desa Lalang Panjang,” kata Rustami.

Dijelaskannya bahwa pembangunan berlokasi di Lalang panjang karena dengan asumsi itu tanah milik Pemerintah yang telah bersertifikat.

“Tentu kita lebih mengutamakan tanah yang sudah milik Pemerintah, karena fasilitas umum Transmigrasi pada waktu itu, jadi kita tidak perlu lagi biaya pembebasan dan dapat mengurangi pengeluaran uang Pemerintah,”jelas Rutan.

Lebih lanjut dijelaskannya, Karena ada sebagian masyarakat yang menahan alat dan sebagainya, dengan pertimbangan keamanan sehingga pembangunan jadi tertunda.

” Dengan pertimbangan-pertimbangan kami nyatakan ini dihentikan aementara, karena keamanan tidak menjamin jika kita teruskan, kita juga tidak berani. Dan hal itu sudah di rapatkan sebelumnya dengan berbagai pihak termasuk pihak keamanan, setelah itu, tidak ada lagi penolakan kami lanjutkan lagi pembangunannya,”lanjutnya.

Perpanjangan waktu yang dilakukan menurut Rustami sudah sesuai dengan Perpres.

” Sesuai dengan Perpres no 16 tahun 2018, apabila suatu pekerjaan terhalang pekerjaannya, diberi waktu 50 hari untuk perpanjangan, dan itu bukan kelalaian pelaksana,” pungkas Rustami.

Hendrayadi Ketua LSM Permata yang juga Sekretaris Forum Komunikasi LSM(FK-LSM) menyayangkan adanya pemberitaan yang terkesan sepihak, ia mengatakan bahwa pembangunan Puskesmas Pemahan sudah sesuai progres.

” Pekerjaan relokasi Pembangunan tersebut sudah sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada, tidak seperti yang dikatakan dua oknum LSM tempo hari dalam pemberitaan,”ucap Hendrayadi.

Hendrayadi mengatakan bahwa yang disampaikan dalam pemberitaan tidak sesuai dengan regulasi dan fakta di lapangan.

“Terkesan berdasar pendapat dan asumsi pribadi kedua oknum,” Hendrayadi mengakhiri.

Penulis: Ali

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.