oleh

Pedagang Ikan Keliling Ditangkap Karena Beli Kayu Diduga Dari Somel Ilegal

Jamilah (Atul) istri Rasip (Asep) ketika dikonfirmasi di rumahnya terkait penangkapan suaminya karena membeli kayu, Rabu 02/03/2022 (Foto Novi)

Silabusnews.com, Kubu Raya –  Rasip (50) yang kerap disapa Asep, warga dusun harapan baru Rt. 001 Rw. 002 desa permata kecamatan Terentang – Kabupaten Kubu Raya, yang berprofesi sebagai pedagang ikan keliling, ditahan pihak kepolisian perairan sejak 08 February lalu,  saat mengangkut kayu yang di belinya dari salah satu somel yang dikelola Ramsah yang dipanggil Putu dan diduga tidak mengantongi izin (ilegal).

Jamilah atau sering dipanggil Atul ibu sembilan anak ini merupakan istri Rasip hingga saat ini masih menyisakan tanda tanya dengan adanya penangkapan serta penahanan terhadap suaminya, dimana suaminya disangkakan melakukan perusakan hutan atau pasal 83 ayat (1) Jo. Pasal 12 UU No.18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan telah diubah dengan UU  No.11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Atul ketika dikonfirmasi langsung mengatakan tidak mengetahui perihal penangkapan suaminya, kalau bukan diberitahukan teman suaminya, yakni seorang penjala ikan kepada saya,” jelasnya

Menurut keterangan Atul, kayu tersebut untuk dipakai sendiri, dan bukan untuk di perjual belikan.

“Kenyataan memang untuk pembangunan rumah anak, dan dapurnya,” ujarnya.

“Kami memberikan keterangan, dengan kata lain kami mengajak pihak kepolisian perairan, singgah kerumah kami untuk melihat langsung untuk apa kami membeli kayu, untuk dijyal atau dipakai sendiri, namun pihak aparat tidak mau datang,” jelasnya

“Untuk ukuran kayu yang di beli, berukuran 3×5, 5×7, papan mal, papan packing dan total keseluruhan itu ada 623 keping,” rincinya.

“Mohon agar suami saya dibebaskan dan meminta pihak kepolisian agar berlaku adil. Karena suami saya hanya pembeli kayu, dan menvapa pemilik somel tidak dipanggil menjadi saksi bahkan masih bebaa beroperasi” ujarnya

AKP. Arif selaku Kanit Penyidik Polairud, berulang kali dikonfirmasi  belum memberi jawaban terkait masih beraktifitasnya somel Ramsah tersebut, dan penangkapan Rasip.

Kepala Desa Permata, Edi Fahrizal,S.pd.M.M., saat dikonfirmasi terkait izin somel Ramsah aliaa Putu, Rabu 02/03/2022 (Foto Novi)

Sementara itu, Kepala Desa Permata, Edi Fahrizal,S.pd.M.M., yang baru menjabat dua bulan ketika ditanya mengenai penangkapan Rasip dan perizinan somel, mengatakan bahwa  saat ini Polairud sedang melaksanakan razia, dan terkait permasalahan hukum yang sedang berproses kami tidak punya hak teritorial.

“Hak teritorial dalam hal ini adalah polisi perairan ( Polairud), kehutanan dan TNI,” jelasnya

“Dan terkait dengan izin Somel, setelah di check izinnya, dari pemerintah desa sendiri tidak ada, saya selaku kepala desa juga sudah mengingatkan bahwa kegiatan ini sifatnya ilegal” ungkapnya.

“Kami dari pihak desa sedang memberikan bantuan, nanti jika sudah sampai di tingkat pengadilan kami akan siapkan kuasa hukum ( pengacara). Kami juga sudah melakukan langkah awal dengan mengunjungi pihak Airud  tapi tidak ketemu,” imbuhnya

“Untuk hasil dari penetapan atas tersangka di nyatakan sebagai perusak hutan disitu kita juga tidak tahu, sedangkan kayu yang ada adalah barang jadi dan bukan kayu gelondongan, cuma kita juga tidak bisa intervensi dan tentunya kepolisian juga memiliki aturan tersendiri,” lanjutnya

“Maka kami juga sedang mempelajari apa perihal permasalahan’nya. Intinya saya hanya bisa melakukan kebijakan dan langkah yang terbaik yaitu menyiapkan kuasa hukum atau pengacara dan hanya itulah yang bisa saya lakukan,” pungkasnya

“Kedepan, untuk permasalahan somel nantinya juga akan kami tertibkan, jika memang mereka layak maka kami akan memberikan izin usaha. Jika tidak maka mereka harus tutup. Dan mengenai keberadaan ada berapa Somel di Desa Permata ini saya memang tidak tahu, karena saya baru menjabat dua bulan disini” imbuhnya.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada keterangan lebih lanjut terkait penangkapan kayu tersebut, dari Polairud, baik melalui saluran WA maupun saat didatangi ke kantornya.

Novi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.