Monitoring Kelangkaan GAS LPG SatPol-PP Sidak ke Pangkalan

Ismail Uje Kabid Penyidikan dan Penegak Perda Satpol-PP Kayong Utara. Foto:Dok Silabusnews.com

Silabusnews.com,Kalbar,Kayong Utara – Menindaklanjuti keluhan warga terkait langkanya Gas LPG 3Kg di Pangkalan dan mahalnya harga jual eceran, Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan sidak ke Pangkalan penjual LPG Rabu(21/9=/2021).

Sebelumnya diberitakan mulai langkanya ketersediaan GAS LPG 3Kg, hal itu menjadi keluhan warga di Kabupaten Kayong Utara(KKU), sehingga aktivis sosial angkat suara.

Informasi dari beberapa sumber yang dihimpun media ini, di beberapa pangkalan sudah sulit didapati untuk keperluan rumah tangga, membuat warga terpaksa harus membeli di eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan hingga mencapai Rp 30.000 sampai Rp 50.000 pertabung.

Ismail Uje, Kabid Penyidikan dan Penegak Perda Satpol-PP Kayong Utara mengatakan, saat pihaknya melakukan monitoring di pangkalan tidak ada kelangkaan seperti yang dikeluhkan.

” Setelah kita lakukan monitoring, khususnya pangkalan yang ada di Telok Melano, disini tidak ada kelangkaan, yang terjadi hanya pihak pangkalan belum membuat kartu kendali,” ujarnya ketika dimintai kerterangan

Lanjut dikatakan Uje tindakan yang dilakukan sesuai dengan keputusan Bupati nomor 543 tahun 2015 bahwa GAS LPG diperuntukan untuk rumah tangga dan usaha mikro.

“Jika ditemukan pangkalan yang nakal dapat ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,”lanjutnya

Menurut Uje pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada pengecer jangan menjual diatas harga yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat.

“Kita menghimbau kepada pangkalan agar menjual tepat sasaran yakni untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro,”tegas Uje.

Sementara itu Udin pengelola pangkalan LPG 3Kg Desa Teluk Melano Kecamatan Simpang Hilir mengaku tidak pernah menjual diatas harga yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat.

“Kita di pangkalan tidak pernah menjual diatas harga het, kita menjual sesuai harga yang ditentukan, kalau untuk harga diluar saya tidak tau, karena saya hanya menjual di pangkalan,” ujar Udin.

Udin juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjual ke pengepul (pengecer).

“Selama ini saya tidak pernah menjual kepada pengepul, namun kalau ada yang melalui joki itu saya kurang paham, karena saya menjual secara tertib.

“Kedepannya, saya akan menerapkan kartu kendali seperti arahan dari pak Uje dan saya ucapkan terimakasih atas bimbingannya supaya kedepan akan lebih baik lagi dan aman,”jelasnya

Dilain pihak Juminggu HS Ketua LKP mengatakan bahwa yang menjadi persoalan langka di pangkalan karena pengecer yang antri dalam jumlah banyak.

“Pangkalan menjual dengan harga yang sudah di tentukan pemerintah,
jadi hanya yang perlu di tertibkan itu di pengecer yang antri menggunakan keranjang dan mobil pickup, yang seharusnya gas menumpuk di pangkalan bukan di toko-toko, warung kopi para pedagang,hal ini yang menjadi langka di pangkalan,selalu bilang sudah habis jika kita terlambat datang,”pungkasnya.

Penulis AM

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.