oleh

Merasa Dicemarkan 4 Pemuda Tuntut Rehabilitasi Kepada Mantan Kasat Reskrim Polres Sanggau

Joni, S.H, Tim Kuasa hukum” foto: Joni untuk Silabusnews.com

Silabusnews.com, Kalbar, Pontianak – 4 (empat) orang pemuda merasa dirugikan atas tuduhan Begal, meminta klarifikasi dan Rehabilitasi(pemulihan nama baik) nya kepada AKP. Tri Prasetyo, S.I.K., M.H.

Hal tersebut diungkapkan Joni, S.H selaku Kuasa hukum ke 4 pemuda yang telah di tuduh melakukan begal.

Menurut Joni, S.H dan rekan rekan, Medi, S.H dan Sesilia Jurniati, S.H tuntutan tersebut disampaikan karena berdasarkan fakta hukum, ke 4 pemuda tidak terbukti melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan.

“Bahwa kami selaku Kuasa Hukum dari Didin Saparudin alias Ehot alias Iwan, Masri alias Masri, Supandi alias Pandi, dan Sudirman alias Sudi sangat kecewa dengan pernyataan yang diucapkan oleh Bapak AKP Tri Prasetyo, S.I.K., M.H., yang dahulu menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Sanggau. Yang mana telah mengatakan bahwa Klien kami yang namanya tersebut adalah pelaku begal,” ujar Joni,S.H kepada sejumlah awak media Kamis(21/07/2022).

Joni menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 Desember 2021 di depan kuburan cina, Dusun Entakai, Kabupaten Sanggau.

” Bahkan Bapak AKP Tri Prasetyo, S.I.K., M.H. sudah mengatakan hal tersebut di beberapa media penyiaran berita;
Bahwa pernyataan yang diucapkan oleh Bapak AKP Tri Prasetyo, S.I.K, M.H. tersebut tidaklah benar dan telah yg menciderai Asas Praduga Tak Bersalah, bahkan dengan adanya pernyataan tidak benar yang telah dilontarkan oleh AKP Tri Prasetyo, S.I.K, M.H. selaku Kasat Reskrim Polres Sanggau dalam pemberitaan dibeberapa media kala itu, maka Klien kami telah dicoreng nama baiknya dan harus menanggung akibatnya, yaitu Klien kami sampai mau diusir dari kampung halaman tempat tinggalnya di Kabupaten Landak oleh masyarakat setempat, karena dianggap sebagai aib,” tutur Joni.

“Padahal Klien kami tidak pernah melakukan tindakan pembegalan seperti yang diberitakan.
Bahwa dengan tegas kami mengatakan Klien kami bukanlah komplotan/pelaku begal seperti yang dikatakan oleh Bapak AKP Tri Prasetyo, S.I.K, M.H., melainkan Klien kami adalah korban penyerempetan yang dilakukan oleh supir truk (Pelapor) dan Klien kami hanya ingin meminta pertanggungjawaban atas tindakan penyerempetan yang dilakukan oleh supir truk (Pelapor) terhadap mobil yang dikendarai oleh Klien kami,” imbuhnya.

Joni mengatakan, bahwa hal ini telah dibuktikan dengan adanya Putusan Pengadilan Negeri Sanggau Nomor : 59/Pid.B./2022/PN Sag dan Putusan Banding Pengadilan Tinggi Pontianak Nomor : 123/PID/2022/PT PTK.

“Yang menyatakan bahwa Klien kami telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Turut Serta Melakukan Perbuatan Tidak Menyenangkan” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Kedua Penuntut Umum, bukanlah tindak pidana pembegalan seperti yang dikatakan oleh AKP Tri Prasetyo, S.I.K., M.H. tersebut,” katanya.

Bahwa dalam hal ini pihaknya selaku Kuasa Hukum dari ke-4 pemuda tersebut, meminta AKP Tri Prasetyo, S.I.K., M.H. untuk memberikan klarifikasi bahwa Klien kami bukanlah Komplotan/Pelaku Begal dan dimuat dalam pembertiaan dibeberapa media seperti yang telah dilakukannya sebelumnya.

“Hal ini guna memperbaiki nama Klien kami yang telah tercoreng atas adanya pemberitaan tersebut,” tegasnya.

Dilain pihak, AKP. Tri Prasetyo, S.I.K.,M.H (Kasat Reskrim Polres Sanggau kala itu) yang kini menjabat sebagai Kapolsek di Polsek Pontianak Kota, saat di konfirmasi melalui sambungan WhatsApp Kamis( 28/07/2022), tidak bersedia memberikan komentar karena sudah bukan kewenangan nya.

Penulis: AM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.