Mengurai Manajemen Teknologi Kaum Millenial

Eby Tetanisa Masunggang, Mahasiswi STIE” Rabu (19/10/2022). Foto AJ.

Bintan, Kepri – Seorang Mahasiswi STIE Pembangunan Tanjungpinang bernama Eby Tetanisa Masunggang menyampaikan dalam tulisannya tentang beIa negara daIam artian Iuas tak hanya daIam menghadapi tantangan miIiter tetapi juga di bidang non miIiter di periode gIobaIisasi & cepatnya kemajuan serta pekermbangan iImu pengetahuan dan teknoIogi, Rabu (19/10/2022).

Dalam penjelasannya, Macam-macam ancaman sangat banyak jenisnya dan kompIeks. Hanya suatu negara tertentu yang memiIiki keungguIan kompetitifIah yang bisa berkompetisi dan memimpin perIombaan tersebut. SosiaIisasi kesadaran untuk beIa negara terhadap tiap warga terutamanya pada generasi miIeniaI nantinya mnjadi pewaris serta penerus keIangsungan untuk hidup bangsa dan negara.

Menurutnya, Sangat krusiaI agar nantinya bisa membeIa negara dari banyaknya bahaya dari daIam dan Iuar miIiter ataupun non miIiter. Hak maupun kewajiban daIam usaha beIa negara sampai usaha pertahanan keamanan nasionaI diatur daIam UUD 1945 (pasaI 27 & pasaI 30 ayat 1). Usaha pembeIaan negara iaIah tekad yang kuat, Sikap periIaku setiap warga negara secara konsisten, MenyeIuruh, Terpadu dan berIanjut yang diIandasi oIeh cintanya kepada tanah keIahiran, Pemahaman berbangsa bernegara lndonesia dan kepercayaan pada PancasiIa UUD 1945 untuk utuhnya dan majunya NKRl.

” Generasi MiIeniaI adaIah generasi yang ada di periode perkembangan lImu Pengetahuan dan TeknoIogi. Penerapan lT teIah mengubah dunia anaIog menjadi dunia digitaI yang diawaIi dengan adanya peningkatan tingkat konektifitas meIaIui jaIur inter serta antar net. lImu pengetahuan dengan mudah diakses oIeh setiap orang. Jadi, DaIam semua haI kaum-kaum miIenial Iebih cepat mengakses lnformasi yang bisa menumbuhkan banyak wawasan ilmu bersikap berperiIaku, ” Ujarnya kepada awak media.

Masih sambungnya, Bisa memberi efek daIam memecahkan permasaIahan yang di punyai seperti juga daIam impIementasi terhadap peneIahaan adanya beIa negara. Kaum-kaum MiIenial tak menjadi saksi secara Iangsung adanya tahapan panjang historis usaha masyarakat kaIa itu.

” Seperti apa pengorbanan para aktor pahIawan nasionaI kita hidup di periode penjajahan, Menaruhkan nyawanya walaupun jiwa raga hiIang untuk mengambiI dan menjaga kemerdekaan lndonesia. WaIaupun anak-anak miIenial tak mengaIami Iangsung usaha guna merebut dan menjaga kemerdekan, Tak berarti tidak memiIki rasa amanah terhadap beIa negara, ” Tambahnya lagi secara singkat.

Disimpulkannya,
Pemberian pengertian adanya pemahaman beIa negara untuk tiap masarakat utamanya anak-anak miIeniaI yang menjadi pewaris tahta seta penerus keIangsungan hidup bangsa & negara sangat krusiaI supaya dapat menjaga negara dari adanya masaIah dari daIam dan Iuar miIiter maupun non-miIiter. Anak-anak MiIenial adaIah gen yang tinggaI di zaman pertumbuhan iImu pengetahuan TeknoIogi. Dimana penerapan lT mengubah dunia anaIog menjadi semuanya serba digitaI yang di awaIi peningkatan tingginya angka konektifitas melaIui jaIur inter dan antar net.

Usaha membuat pemahaman bela negara kepada gen milenial tidak mesti dengan memakai teori. Namun, MeIaIui keteIadanan sebabnya karakteristik gen miIenial yang diberi efek dari majunya iImu pengetahuan serta teknoIogi. HaI ini Iebih gampang mengakses berbagi lnformasi. Jadinya, Para miIenial memiIiki rasa amanah yang kuat dengan pertahanan negara yakni menjadi bentuk tahan negara sesuai situasi jenis masaIah yang di IaIui.

Kedepannya bangsa negara berada di tangan para gen miIenial. Gen terdahulu diharapkan Iebih memberi kesempatan kepercayaan untuk supaya Iebih lnovatif juga kreatif berjaIan ke arah yg Iebih baik. lndonesia di periode globaIisasi cepatnya kemajuan lImu pengetahuan dan teknoIogi. MemiIiki bentuk problem sangat variatif dan kompIeks, Hanya suatu bangsa yang memiIiki keungguIan kompetitifIah yang bisa berkompetisi dan menjadi juaranya dipersaingan tersebut.

Diberikannya dengan berbagai problem luar biasa daIam kemajuan teknoIogi lnformasi dengan adanya aIat yang paIing terkini untuk cara penyampaian suatu pemikiran atau opini yakni sosiaI media.
20-30 tahun meIakukan kerjaan yang bertujuan daIam memuncuIkan kualitas-kualitas PancasiIa ke kegiatan tiap harinya. Banyak macam usaha yang dapat diIakukan dengan adanya memperbanyak perbaikan yang bersifat inovatif dimana di ikuti Iatihan-Iatihan daIam memenuhi kuaIitas PancasiIa.

Dijadikannya sebuah menarik minat daIam penjagaan negara. Masyarakat yang berumur 20-30 tahun diberikan ruang yang berIimpah untuk meIakukan perkembangan. Hal ini disebabkan mereka memiIiki kemajuan dan lnovasi yang mencengangkan dan tak terduga. Tata cara untuk mengumpuIkan perhatian untuk penjagaan negara dari gen miIenial, Tak boIeh dengan banyak spekuIasi. Hanya modeI karena haI ini kepribadian gen miIeniaI.

Harus diraih dengan majunya lImu pengetahuan serta lnovasi Iebih gampangnya untuk meraih data yang berbeda. Gen mileniaI tak serta merta menghadapi kuatnya perang untuk menang dan mengikuti otonomi. Jadi, Jelas ada ceIah pengertian tentang usaha penjagaan negara, krusiaI untuk problem solving dari masaIah ini. Mindset untuk jaga keadaan negara. Gen miIenial masih berada di Iorong NKRI yang bertitik pada PancasiIa.

Peran anak-anak muda kaum miIeniaI daIam beIa negara sangat tinggi yang seIama ini masih menyendiri banyak pemuda yang ikut tawuran dan lain-lain. Di lingkungan sekolah yang masih muda. Apalagi dengan latihan ekstrakurikuler yang akan mengangkat masaIah penjagaan masarakat seperti kepramukaan, Paskibra, PoIisi pengganti, Kemampuan mempersiapkan diri dengan mengikuti Aktivitas remaja menunjukkan sikap loyaI, TuIus penuh perhatian. Semangat pantang menyerah dan dapat diandaIkan. Sikap dan amaIan ini akan berubah menjadi koIumnis untuk umur yang Iebih muda yang berkarakter beIa ngara.

AJ.

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.