KRI BIMA SUCI Sandar di Pangkalan Fasarkhan Mentigi TNI AL Tanjunguban

KRI BIMA SUCI 945,sandar di dermaga TNI AL di Fasarkhan Mentigi Tanjunguban.(ft.Silabusnews.com)

Silabusnews.com, Bintan — KRI Bima Suci 945, yang memiliki panjang sekira 111 meter dengan tinggi 52 meter dan lebar 13,5 meter bersandar di pangkalan Fasarkhan TNI AL Mentigi, Tanjunguban, dengan mengangkut 75 taruna dan 10 taruni angkatan 67, Sabtu (31/10/2020) sekira pukul 10.00 WIB,

Kapal ini sebelumnya berangkat dari Surabaya, Lampung dan Belawan dan selanjutnya akan berangkat menuju Ranai.
Hal ini disampaikan Letkol Laut (P) Waluyo kepada awak media.

Pantauan dilapangan, terlihat Komandan Lantamal IV Tanjungpinang,Laksamana Pertama TNI  Indarto Budiarto, Kapolres Bintan, Kadishub Bintan, Kapolsek Bintan Utara menyambut kapal KRI BIMA SUCI 945  yang akan sandar di Dermaga Fasarkhan Mentigi.

Sebelum sandar, di tengah laut, para taruna memberikan atraksi yang menakjubkan, mereka naik ke tiang layar sembari mengibarkan bendera diiringi suara drumband.

Setelah benar-benar kapal sandar, tiga taruna terbaik turun dan disambut tarian persembahan sekapur sirih. Selanjutnya, Danlantamal memakaikan tanjak khas Melayu dan mengalungkan bunga.

Kemudian para petinggi dan pejabat yang hadir dipersilakan naik ke atas kapal. Bahkan para taruna menyuguhkan hiburan sembari bergoyang senam aster.

Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama  TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han.Menuturkan, KRI Bima Suci telah menempuh sekira 42 hari dari 98 hari perjalanan.

“Sebenarnya (Kartika Jala Krida) KJK untuk tingkat tiga pelayaran keluar negeri, tetapi karena situasi covid, Kasal tetap meminta taruna tetap berlayar berlatih namun di Indonesia saja,” ujarnya.

Taruna tingkat tiga ini, menurutnya, mereka mempraktekkan teori yang selama ini mereka dapat. Dalam perjalanan bersama KRI Bima Suci, mereka dituntut untuk menampilkan berbagai teknik.

“Selain mempraktekkan apa yang mereka pelajari selama ini, mereka juga menyaksikan apa saja yang ada di KRI yang mereka jumpai,” ujarnya.

Selama di Tanjunguban, para taruna akan senam bareng bersama prajurit KRI di Tanjunguban,dan untuk ke esokan harinya melakukan penanaman bibit mangrove di Lagoi dan lusanya (Senin) menghadiri kegiatan di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

“Malamnya ada cocktail party, dan untuk selanjutnya, pada hari selasa melanjutkan berlayar ke Ranai,” jelasnya.

Ia berharap, kehadiran KRI Bima Suci di tengah-tengah masyarakat membuat masyarakat tertarik untuk mengabdikan diri dan bergabung di TNI AL.

“Kemarin yang dari Kepri dikirim 6 orang, yang lulus 3 orang. Dan, selama KRI Bima Suci di sini akan ada open ship untuk masyarakat namun kita akan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Komandan KRI Bima Suci 945, Letnan Kolonel Laut (P) Waluyo mengatakan, ada 10 kota pelabuhan dan 4 pulau terluar yang akan disinggahi. “Dari Surabaya menuju ke Lampung, lalu ke Padang, Sabang, Belawan, dan Tanjunguban,” sebutnya.

Selanjutnya, ke Ranai, Tarakan, Sorong, Kupang dan kembali ke Surabaya. Ditegaskannya juga bahwa mereka tetap menerapkan protokol kesehatan, dimana tes swab terhadap kru kapal yang akan melanjutkan pelayaran.

“Ada 180 Kru, dimana 75 ialah taruna dan 10 taruni. Sebelum melanjutkan pelayaran mereka dites, dan di kapal juga menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

“Taruna ini terdiri antara lain pelaut, teknik dan elektro. Dimana mereka akan mengasah kemampuan dengan berlatih sesuai kelahliannya. Ia juga berharap, kehadiran para taruna di KRI Bima Suci memotivasi pemuda yang tempatnya disinggahi untuk bergabung dengan TNI AL,” pungkasnya

Penulis: Patar

Editor: Crates

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses