Kondisi SR yang menjadi korban butuh biaha perobatan lanjutan (Foto Dok silabusnews.com)
Silabusnews com, Bintan – SR (58) korban kecèlakaan mesin goo jaring tongkol, tanggal 11 Maret 2021 lalu, dengan kondisi tangan kanan nyaris putus dekat pergelangan tangan, dan kehilangan satu jari tangan dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kijang, kondisinya kini sangat memprihatinkan. Dimana untuk biaya berobat saja keuangan yang ada sudah tidak bakal mencukupi, karena tidak adanya pemasukan uang, karena sudah tidak bekerja lagi.
Diketahui SR merupakan seorang nelayan, korban kecelakaan mesin jaring Tongkol, berdomisili dirumah kontrakannya dilingkungan RT 001/RW 018, Kampung Sidodadi, Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, yang bekerja dengan seorang tauke ikan ini, mengalami kecelakaan kerja dimana mesin jaring tongkol menghantam tangan kanannya hingga hampir putus dan diketahui satu jarinya putus ini dikunjungi aktivis Peduli Lingkungan Lelo Polisa Lubis, Sc, Jum’at (28/05/2021) sore
Ketika ditanya ikhwal kejadian dan usaha apa yang sudah dilakukan untuk perobatan, SR pun menceritakan demgan nada kesal dan suara yang sebentar-sebentar terhenti.
“Ada bantuan dari tekong, yang memberi uang pengobatan Rp. 5.000.000 dan dimuat di surat perjanjian bermeterai, tertanggal 25 April 2021, serta bantuan dari bos kerjanya, nyonya Asi senilai Rp.1.000.000 dinilai tidak akan cukup hingga sembuh,” ujarnya
Lalu anak korban (Rn), menyambung perkataan dan mengatakan bahwa bapaknya pernah meminta tambahan biaya untuk berobat lanjutan, empat juta lagi, hingga menjadi Rp.10.000.000, akan tetapi tauke (nyonya Asi) tidak mau bersedia.
Lelo Polisa Lubis Sc ketika melihat surat perjanjian penyerahan uang pengobatan sebanyak enàm juta rupiah, tanpa ada melibatkan ketua RT dan RW, maupun
Babinkamtibmas, akan membantu untuk
meluruskan kedua belah pihak, karena sejak awal kejadian hingga saat ini, korban masih menggunakan infus, dan setiap minggunya harus berobat kedokter.
“Hal ini tentu memerlukan biaya lagi, dan diharapkan tetap ada bantuan dari mereka (taukenya),” jelasnya
Lelo akhirnya mencoba langjah mencari bantuan dan berkoordinasi dengan Camat Bintan Timur M.Sofyan S.E.
“Ketika dihubungi, Sofyan melihat foto luka tangan korban, langsung merespon akan membantu meringan kan beban pengobatan di korban Rumah sakit,” pungkasnya
Laode.









