BATAM, Silabusnews.com — Ratusan warga Perumahan Citra Nongsa, RW 23, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, melakukan aksi pemblokiran akses utama menuju Nongsa Digital Park (NDP) pada Senin pagi (5/10/2026). Langkah ini diambil sebagai protes keras atas terhentinya pasokan air bersih ke permukiman mereka yang telah berlangsung lebih dari satu bulan tanpa solusi.
Sejak pukul 06.59 WIB, warga memadati badan jalan utama menuju kawasan NDP. Akses kendaraan masuk dan keluar kawasan tersebut pun lumpuh total. Dalam aksi itu, warga membawa galon, ember, dan jeriken kosong sebagai simbol nyata sulitnya memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Warga menuding pengelola air Kota Batam, PT ABHi, tidak memberikan tanggapan maupun penanganan nyata meskipun pasokan terhenti. Ironisnya, warga menyebut tagihan air justru terus datang dan nilainya semakin besar.
“Sudah satu bulan lebih air tak mengalir dan tidak ada solusi dari ABHi. Padahal kami selalu membayar setiap bulan, bahkan belakangan ini tagihan kami justru naik saat air tak jalan,” ujar Mitra Juliastama, salah satu warga yang hadir.
Ketiadaan air telah mengganggu seluruh aktivitas rumah tangga hingga pekerjaan warga. Mandi, mencuci, hingga kebutuhan dasar anak-anak menjadi hal yang sulit dipenuhi.
“Kami mau bekerja saja susah karena tak bisa mandi. Yang paling kasihan anak-anak kami, mau mandi pun tak ada air,” keluh warga lainnya.
Warga menegaskan air adalah hak dasar setiap warga. Mereka mempertanyakan kewajiban membayar tagihan jika pelayanan yang diterima tidak sesuai.
“Kami juga manusia yang punya hak sama dengan warga lain. Air adalah kebutuhan utama hidup ini,” seru warga dalam aksi.
Warga mendesak pengelola serta instansi terkait segera memberikan kepastian kapan pasokan air kembali normal dan bentuk penyelesaian atas kerugian yang dialami. Mereka menuntut pertanggungjawaban langsung dari pihak pengelola.
Hingga berita ini diturunkan, warga berjanji akan mempertahankan pemblokiran akses tersebut sampai ada kepastian pemulihan pasokan air yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Aksi ini tidak akan kami hentikan sampai ada kepastian air mengalir kembali ke rumah kami,” tegas perwakilan warga.
Respons maupun penjelasan resmi dari PT ABHi belum diterima hingga saat ini./Redaksi







