oleh

Inovasi Olahan Buah Pinang, Dijadikan Kopi Dan Sirup

-Berita, Kalbar-307 Dilihat

Kades Punggur Besar, Anuar M. Nur saat memperlihatkan produksi hasil olahannya dari buah pinang, Kamis 24/03/2022 ( Foto Novi)

Silabusnews.com, Kubu Raya – Buah pinang, salah satu jenis buah yang banyak di kenal, atau banyak digunakan oleh masyarakat dahulu, bukan hanya untuk menguatkan gigi. Seiring kemajuan zaman buah pinang di produksi dan di olah untuk bahan kecantikan dan kesehatan.

Dengan demikian harga pinang dan kebutuhan nya pun semakin meningkat tajam serta banyak menunjang perekonomian masyarakat. Untuk igu, dengan semakin meningkatnya jumlah permintaan ekspor serta kurangnya perhatian akan pentingnya penanaman pinang, perlunya ada edukasi dalam hal ini.

Untuk itulah, Komunitas GERAM (Gerakan Ayo Menanam) bersama pemerintah desa Kakap Besar melakukan Kontes Pinang dan di ikuti oleh masyarakat Desa Punggur Besar, Kamis (24/03/2022)

Kades Punggur Besar Anuar M. Nur mengatakan, kegiatan hari ini berjalan aman dan sukses, dan ini merupakan langkah awal kita dalam menggali potensi – potensi sumber daya alam yang ada, yaitu buah pinang, dan ini juga merupakan upaya kita dalam mencari bibit pinang yang berkualitas, di Desa Punggur Besar ini.

“Karena salah satu penghasil pinang terbesar di Kabupaten Kubu Raya ini, adalah Punggur Besar dan ini juga merupakan salah satu penghasilan masyarakat desa ini,” paparnya

“Harapan saya nantinya bibit – bibit ini akan dapat kita kembangkan oleh masyarakat baik di wilayah desa punggur besar ini maupun masyarakat wilayah lainnya,” jelasnya.

Tentunya harapan kami juga dilakukan pembinaan maupun bimbingan dari berbagai pihak baik itu bagaimana tata cara pengelolaan dan penamaan nya. Karena pada saat ini pinang ini ditanam hanya secara manual saja oleh masyarakat,

Untuk kendala pada saat ini memang ada terkait harga pinang yang turun naik sehingga masyarakat pada saat ini terus mencoba untuk membudidayakan nya, untuk kendala lain memang tidak ada karena untuk penanaman pinang ini tidak terlalu ribet untuk di budidayakan.

Harapan saya kedepannya, desa punggur besar ini nantinya selain menjadi pengekspor pinang terbesar di kalimantan barat harapan kami juga dapat diolah menjadi yang dapat diproduksi di daerah lokal oleh masyarakat lokal

“Kemarin kita sudah membuat inovasi dengan membuat wadah makanan dari pelepah pinang, dan kita juga mencoba berinovasi dengan membuat sirup, kopi dan pewarna dari buah pinang, dan itu kita sudah mendapatkan dukungan dari pihak pemerintah karena untuk membuat itu kita membutuhkan biaya dan peralatan yang cukup besar,” ungkapnya.

Memang sering datang dari pihak pengusaha maupun investor yang ingin melakukan kerja sama, namun untuk saat ini kita masih menunggu hasilnya bagaimana.

“Hal itu sudah kita bicarakan dengan membuat kesepakatan dan ada juga dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pusat yang mengajak bekerja sama melalui Prrguruan Tinggi, yakni Universitas Tanjung pura untuk membuat kopi dan pewarna dari pinang, dan itu sudah kita lakukan kesepakatan dan menjalin kerja sama,” terangnya

Harapan saya kedepan kepada pemerintah untuk lebih fokus menangani mengenai pinang ini, memperhatikan tidak hanya ini tapi cross cek kelapangan, melihat para petani ini apa – apa yang menjadi keluhan sehingga kita bisa dapat merasakan dan itu yang kita harapkan dalam artiannya ada perhatian,” pungkasnya

Novi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.