oleh

Ini Alasan Warga, 12 Desa Dukung SHGU 1997 Milik PT. Inti Sawit Lestari

BPN Pusat, BPN Kabupaten Kayong Utara, bersama tokoh masyarakat  tinjau lokasi kebun sawit, Sabtu(11/06/2022) foto Ali.

Silabusnews.com, Kalbar, Ketapang – Gabungan Masyarakat dari 12 Desa mendukung keberadaan PT. Inti Sawit Lestari(PT.ISL), hal tersebut ditegaskan oleh Kulil Tokoh Masyarakat dari Desa Pengharapan Raya Sabtu(11/06/2022).

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media ini, diketahui bahwa kepemilikan SHGU PT. ISL berawal dari PT. Benua Indah Group yang telah dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak.

Proses lelang tersebut terjadi pada tanggal 08 April tahun 2015 melalui kantor Pengadilan Negeri Ketapang, PT. Inti Sawit Lestari (PT. ISL) ditetapkan sebagai pemenang lelang nomor 134 tahun 2015.

Segala persyaratan kewajiban sebagai peserta lelang dan persyaratan paska lelang sudah dipenuhi oleh PT. ISL. Pihak PT. ISL pada tahun 2015 sudah berkoordinasi, berkomunikasi dan bekerjasama dalam hal verifikasi lapangan terkait objek lelang.

Makan pahlawan yang berada didalam SHGU horizontal tahun 1991.

Selain itu, juga sudah dilakukan pemetaan kadasteral dalam rangka Bea Balik Nama (BBN) Sertipikat Hak Guna Usaha (SHGU) dengan BPN Kabupaten Ketapang. Hasil pengecekan lapangan SHGU tahun 1997, dinyatakan tidak terdapat perbedaan antara pembukaan kebun hasil Lelang dengan SHGU tahun 1997.

Masyarakat yang berasal dari 12 Desa yang tersebar di 3 Kecamatan yang berada di konsesi PT ISL dalam hal ini mendukung keberadaan perusahaan sesuai dengan peta SHGU tahun 1997 hasil lelang.

Keputusan mendukung SHGU tahun 1997 ini karena peta tersebut pada faktanya tidak tumpang tindih dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang ada di 12 Desa tersebut.

Sedangkan jika menggunakan peta versi Horisontal tahun 1991 maka banyak fasilitas umum, fasilitas sosial, perumahan dan kebun masyarakat termasuk tempat Keramat masuk dalam HGU.

Menurut Kulil dukungan yang diberikan warga 12 desa itu diputuskan melalui pertemuan lintas Desa beberapa waktu lalu.

Masih menurut Kulil, sejak tahun 1989 telah mengikuti perkembangan PT. BIG, mengatakan bahwa SHGU tahun 1991 (HGU Horizontal) ditolak oleh masyarakat 12 desa .

“Karena menimbulkan kerugian bagi masyarakat di 12 desa,” tutur Kulil.

Selain itu, dia menambahkan bahwa pada tahun 2021 HGU versi Horizontal menjadi masalah ketika masyarakat tidak bisa mengikuti program nasional (prona) terkait penerbitan sertipikat tanah untuk masyarakat secara masal dan gratis melalui program PTSL karena berada dalam HGU perusahaan.

“Sebelum tahun 2021 masyarakat di 12 desa tersebut masih bisa mendaftarkan tanah hak miliknya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat untuk kepentingan Replanting,”lanjut tokoh yang juga mantan Kepala Desa Pengatapan Raya periode 2008-2014.

Kulil menerangkan, pada tahun 2015, tim dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang termasuk Pengadilan Negeri Ketapang melakukan pengecekan lapangan terkait objek lelang berdasarkan peta Vertikal SHGU tahun 1997.

” Hasil pengecekan lapangan tersebut dinyatakan sesuai dengan Risalah Lelang dan HGU versi vertikal tahun 1997,” ujar nya.

Hal senada juga disampaikan oleh Toro Kepala Desa Pengatapan Raya sekaligus selaku koordinator 12 desa. Bahwa sebelum tahun 2021, banyak warga desa yang mendaftarkan tanahnya ke BPN namun tidak menjadi masalah.

” Sebelumnya, pada tahun 2005, BPN juga telah menerbitkan sertipikat Hak Milik atas objek Makam Pahlawan,”jelas Toro.

Toro meminta kepada semua pihak untuk menahan diri atas persoalan klaim yang dilakukan oleh warga Dusun Mambuk Desa Segar Wangi, untuk mengikuti proses penyelesaian yang telah berjalan di Pemerintah Kabupaten, serta kepada pihak-pihak tertentu untuk tidak mempolitisir persoalan ini demi kepentingan politik semata.

Sementara itu, Bujang Guli (Suharni) yaitu ketua 1 tim investigasi Desa Segar Wangi, dari salah satu pihak yang mengajukan klaim, saat dimintai keterangan untuk klarifikasi belum ada jawaban.

Penulis: AM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.