Hakim Putuskan Empat Tahun Penjara Anak Dibawah Umur Kasus narkoba dengan BB 26 kilogram shabu-shabu

KarimunĀ  Silabusnews. com -. Usai menjalani Sidang putusan perkara kasus narkoba sebanyak 26 kilogram yang melibatkan anak dibawah umur dengan inisial SM (17) sebagai tersangka tertunduk lesu di hadapan majelis hakim.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Joko Dwi Atmoko didampingi Hakim Anggota Yudi Rozadinata dan Yanuarni Gaffar diruang sidang ramah anak Pengadilan Negeri Karimun, Rabu (10/7) siang

Telah diputuskan, bahwasannya saudara SM dijatuhi pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar oleh anak, maka diganti dengan pelatihan kerja selama enam bulan.

” Majelis Hakim Joko Dwi Atmoko masih mempertimbangkan dalam 7 hari kedepan , walaupun terdakwa ” MS” dibawah umur. Tapi itulah keputusan, jauh dibawah tuntutan dari JPU yang mencapai 10 tahun. Namun, kita tunggu kedua belah pihak dalam sepekan ini yang masih pikir-pikir dahulu,” jawabnya usai persidangan.

Sementara itu penasehat hukum terdakwa SM Ridwan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi bersama pihak keluarga. Sebab, dalam nota pembelaannya memohon agar dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan penuntut umum(TPU) (vrijpraak). Karena menurutnya, kliennya tidak terbukti bersalah, dimana sepengetahuan kliennya barang yang dibawa adalah emas,ungkapnya.

” Setelah diperiksa dan dibongkar oleh BNNP Kepri pada bulan Mei yang lalu, baru tau barang tersebut shabu-shabu. Dan, saat itu kliennya terus bertanya kepada yang bawa, namun dibentak-bentak,” papar SM Ridwan.

Sementara itu , Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Karimun Indrawan yang ikut menyaksikan persidangan tersebut saat dimintai tanggapannya mengungkapkan, pihaknya tetap menghormati keputusan pengadilan. Yang sebenarnya terdakwa bisa bebas dikarenakan menjadi korban untuk pemanfaatan para mafia narkoba,kata Indrawan.

” Harapannya sama dengan orangtuanya. Empat tahun itu, cukup lama sekali dan bagaimana massa depan dia nanti,” ucapnya.

Pantauan dilapangan, dalam penyampaian amar putusan tersebut bahwa terdakwa benar-benar tidak tahu barang yang dibawanya isinya shabu-shabu sebesar 26 kilogram. Dimana, terdakwa SM setuju dengan tawaran upah Rp30 juta dari rekannya untuk bekerja ditambang emas di Pulau Batam.

Dalam proses perjalanan, terdakwa SM tidak memahami apa yang dikerjakan dan saat itu dibawah tekanan rekannya, pada bulan Mei lalu.

Setelah dilakukan penangkapan oleh pihak BNNP Kepri, baru mengetahui terdakwa SM melihat yang dibawanya bukanlah emas,melainkan shabu-shabu.

(Nababan)

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.