oleh

FPRK Pertanyakan Keseriusan Kapolres Berantas PETI di Ketapang

Kegiatan PETI di Kabupaten Ketapang.
Foto: Isa Ansari untuk Silabusnews.com

Silabusnews.com, Kalbar,Ketapang – Lebih dari sepekan Tuntutan” Front Perjuangan Rakyat Ketapang.(FPRK) kepada Kapolres Ketapang belum menunjukan ada tindaklanjut, hal itu menjadi pertanyaan besar” Ada apa dibalik semua ini”, hal itu disampaikan Ketua FPRK, Isa Ansari kepada media ini pada Kamis (04/11/2021).

Isa mempertanyakan tuntutan pihaknya yang disampaikan langsung kepada Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana,S.I.K di sela aksi yang ” GERAKAN RAKYAT KETAPANG MELAWAN KEZOLIMAN DAN KETIDAKADILAN HUKUM” di Mapolres Ketapang pada Senin  25/10/2021 lalu.

“Kami FPRK mempertanyakan tindak lanjut atas tuntutan kami kemarin, kenapa hingga hari ini tidak ada cukong-cukong PETI dan ratusan excavator yang ditangkap..??” kata Isa.

Isa juga mempertanyakan kenapa hanya rakyat kecil saja yang ditangkap??

Isa Ansari Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang.(FPRK) Sabtu 6/11. Foto Ali.M / Silabusnews.com

” Kami minta keadilan ditegakkan, jangan hukum tajam kebawah tumpul keatas,” ucap Isa.

Isa menuturkan bahwa dirinya juga sudah mempertanyakan langsung kepada Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana melalui sambungan WhatsApp, namun tidak ada tanggapan.

“Ini WA saya ke Kapolres beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 1 Nopember 2021, kapolres tidak membalas WA saya hanya di baca saja, “ujar Isa sambil menunjukan WA nya dengan Kapolres.

” Assalamualaikum Wr.Wb.

Maaf pak Kapolres, ternyata cukong-cukong excavator itu belum ditangkap ya pak…?
Ternyata yang banyak ditangkap kemarin hanya rakyat kecil dan penduduk lokal saja, yang hanya bekerja mencari makan. Seharusnya bapak tangkap cukong-cukong excavator itu dan sita 168 Excavator yang sudah didata oleh Polres Ketapang..!!

Kami barusan mendapat laporan dari masyarakat, bahwa di lapangan cukong  excavator masih beroperasi dengan bebas..!!

Ini tidak adil pak, seharusnya hukum jangan hanya tajam ke bawah  tumpul ke atas,” demikian isi pesan WhatsApp Isa kepada Kapolres.

“Dengan sangat terpaksa kami harus melaporkan permaslahan ini ke Mabes Polri dan akan melakukan demo kembali ke Polres Ketapang,” pungkas Isa.

Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana,S.I.K., M.H dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp Sabtu (06/11/2021) pukul 11.56 Wib hingga berita ini di tayangkan belum ada jawaban.

Penulis: AM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.