oleh

Dugaan Penyelewengan Dana Komite Sekolah SMK Negeri 1 Batam

Beli Mobil Mewah Type Toyota Kijang Innova 2.0 G M/T Menggunakan Anggaran Dana Komite Sekolah SMK Negeri 1 Batam

BATAM, Silabusnews.com – Pembelian satu unit mobil mewah Type Toyota Kijang Innova 2.0 G M/T yang menggunakan uang Komite Sekolah SMK Negeri 1 Batam menjadi gunjingan ditengah tengah masyarakat Kota Batam. Pasalnya uang Komite Sekolah yang dipakai untuk membeli mobil tersebut tanpa sepengetahuan atau tanpa melibatkan pihak Komite sesuai bunyi surat pernyataan.

Namun, Ketua Komite Sekolah SMK Negeri 1 Batam Ruslan Kasbulatov mengaku mengetahui atas pembelian satu unit mobil dengan menggunakan uang Komite.

“Beli mobil di dialer itu tidak menerima jika menggunakan nama Sekolah. Makanya harus pakai nama kelapa sekolah dulu. Tapi kelapa sekolah sudah membuat surat pernyataan bahwasanya mobil tersebut adalah aset sekolah” kata Ruslan saat dikonfirmasi, Senin (17/1/2022).

Sebelumnya diberitakan, Kepala sekolah SMK Negeri 1 Kota Batam, Lea Lindrawijaya Suroso, M.Pd, melakukan pembelian satu unit mobil Toyota Innova dengan menggunakan dana komite atas nama pribadi.

Kepada media silabusnews.com, pada hari Jumat (14/01/2022) malam, menurut narasumber yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, bahwa pembelian satu unit mobil Toyota Innova tersebut dilakukan tanpa melalui rapat dewan guru, dan juga diduga tidak diketahui oleh komite sekolah.

Kuat dugaan Kepala Sekolah menyelewengkan dana Komite Sekolah SMK Negeri 1 Batam. Pasalnya untuk membeli Satu Unit Mobil Type Toyota Kijang Innova atas nama Pribadi, tapi menggunakan dana komite sekolah.

Atas kebocoran informasi tentang pembelian satu unit mobil Toyota Innova atas nama pribadi kepala sekolah tersebut ke pihak eksternal sekolah, narasumber mengatakan bahwa Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Batam, Lea Lindrawijaya Suroso, M.Pd, melakukan rapat internal dengan para guru pada hari Jumat 14/01/2022 siang.

Informasi ini dibuktikan dengan adanya rekaman suara yang diterima oleh wartawan Silabusnews.com.

“Hari ini Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Batam melakukan rapat internal dengan para guru, untuk membicarakan terkait pembelian mobil tersebut,” ungkap narasumber.

Berdasarkan hasil rekaman diketahui kepala sekolah SMK Negeri 1 Batam, Lea Lindrawijaya Suroso, M.Pd, berusaha menjelaskan kepada para guru bahwa tidak ada maksud atau niat lain dari pembelian unit mobil tersebut.

“Ada satu kejadian tamu sekolah dari direktorat datang. Terus kita menggunakan mobil kijang hijau jemput. Kebetulan ada dari dinas pendidikan yang bareng mau antar tamu itu ke hotel.”

“Di pintu gerbang itu diberhentikan, terus saya ditarik, dia bilang bu malu-maluin masa tamu dikasih mobil kijang? Iya mobil kami ada ini. Terus tamu itu dipindahin ke mobil orang Disdik,” ucap Lea terdengar menjelaskan kepada para guru dalam rekaman yang diterima wartawan.

Lanjutnya, dari pengalaman itulah muncul inisiatif Kepala Sekolah dan beberapa mewakili guru. “Dari situ saya berpikir, ok, kita beli ajalah daripada begini. Akhirnya belilah mobil Innova,” jelas Lea Lindrawijaya Suroso, M.Pd.

Katanya, kalau di dealer, itu tidak bisa mencicil atas nama sekolah. Bisa atas nama koperasi? Kalau tidak salah bisa atas nama koperasi. Cuma Innova ini saja untuk pembelian saya lupa, kenapa saya lupa memutuskan atas nama saya sebagai kepala sekolah.

“Cicilannya lewat uang SPP, bukan BOS biar saya luruskan kepada siapa ini yang sengaja menyampaikan ke wartawan,” kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1 menjelaskan dalam rekaman.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil rekaman, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Batam, Lea Lindrawijaya Suroso, M.Pd, terdengar menjelaskan, bahwa dirinya sejak dari awal proses pembayaran cicilan mobil Toyota Innova yang dimaksud, sebelumnya telah membuat surat pernyataan yang menerangkan, bahwa mobil tersebut bukan miliknya pribadi.

“Kemudian saya mau tunjukkan kepada bapak dan ibu, ini saya buat pernyataan ini. Ketika cicilan pertama mobil itu dibuat. Sudah menerangkan bahwa mobil ini memang bukan punya saya. Tapi adalah mobil milik sekolah.

Mengapa ini saya ambil? Mengantisipasi kalau dalam cicilannya saya pindah tugas. Dalam masa menyicil saya misalnya sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Saksinya wakil sarana, sebagai penanggung jawab terhadap aset, Pak Awi, kemudian bendahara mas Bowo. Tidak semua bapak/ibu saya libatkan untuk saksi. Kan cukup aja dua, tiga saksi,” tuturnya.

Berdasarkan dari apa yang dijelaskan oleh kepala sekolah SMK Negeri 1 Batam, Lea Lindrawijaya Suroso, M.Pd, bahwa jelas dalam pernyataan yang dibuat tersebut hanya sebuah langkah antisipasi.

Apabila suatu saat pembelian mobil ini menimbulkan permasalahan. Terbukti dalam surat pernyataan yang dibuat tersebut tidak menyebutkan, atau melibatkan Ketua Komite Sekolah maupun anggota Komite Sekolah lainnya.

Padahal dirinya dengan sangat jelas mengakui, bahwa pembelian unit mobil Toyota Innova tersebut jelas-jelas menggunakan uang komite.

Hal terlihat sangat janggal, dimana pembelian unit mobil Toyota Innova menggunakan uang komite, namun tidak melibatkan Ketua dan anggota komite sekolah.

Bahkan informasinya, para guru yang ada di sekolah SMK Negeri 1 Batam, baru mengetahui adanya surat pernyataan tersebut setelah masalah ini mulai mencuat ke publik dalam rapat yang dilaksanakan.

Bahkan informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini, bahwa saksi-saksi yang dilibatkan dalam surat pernyataan yang dibuat tersebut, adalah orang-orang yang diketahui sangat dekat dengan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Batam, Lea Lindrawijaya Suroso, M.Pd.

Mengenai sebab tidak dilibatkannya Ketua atau pengurus komite sekolah SMK Negeri 1 Batam dalam pembelian satu unit mobil Toyota Innova tersebut, pihak komite sekolah dan juga kepala sekolah SMK Negeri 1 Batam belum dimintai tanggapan hingga berita ini dipublikasikan. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.