oleh

Miris…! Abrasi Mengancam, Warga Harap Perhatian Serius Pemerintah

Pantai Kuala Karang terkikis abrasi di Desa Kuala Karang” Rabu(19/01/2022). Foto Ali Silabusnews.com

Silabusnews.com, Kalbar, Kubu Raya – Pemerintah diharapkan perhatiannya terhadap pantai di Kuala Karang yang terkikis abrasi, dimana keadaannya sangat memprihatikan. Hal itu di ungkapkan Kepala Desa Kuala Karang.

Terjadinya abrasi pantai pada tahun lalu menyebabkan ambruknya beberapa rumah warga di Desa Kuala Karang, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya.

Kejadian yang sangat memprihatinkan itu, warga setempat berharap kepada Pemerintah Daerah agar lebih cepat tanggap dalam penanggulangan abrasi tersebut.

Dari hasil penelusuran dan keterangan warga, terjadi pengikisan abrasi lahan pesisir pantai hingga mencapai 1500 meter dan bahkan sudah banyak pemakaman serta rumah penduduk yang hilang dan rusak di terjang ombak. Namun hingga saat ini belum adanya penanganan serius dari Pemerintah Daerah maupun Pusat, hal tersebut jadi pertanyaan Masyarakat serta Pemerintah Desa akan keseriusan Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi.

Tanaman kelapa terancam terkikis abis akibat hempasan ombak laut.

” Saya selaku kepala Desa Kuala Karang, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya dimana terkait masalah abrasi pantai ini pemerintah pernah menganggarkan pada tahun 2018 lalu, untuk desain itu kurang lebih 800 jutaan, tapi sampai detik sekarang ini tidak terealisasi, padahal dalam RAB desain yang di buat dari konsultan itu panjang pantai itu 8000 lebih meter, kemudian di anggarkan 646 M, tapi sampai detik sekarang ini masalah abrasi pantai tidak ada terealisasi,” ujar Ibrahim Kepala Desa Kuala Karang kepada awak media Rabu(19/01/2022).

Dia menjelaskan bahwa sudah beberapa kali berkoordinasi ke Balai Dinas PU.

“Kami ke Dinas Balai PU Kalimantan I mungkin sudah yang ke 3 kalinya, Camat Teluk Pakedai ke balai dinas PU Kalimantan I untuk menanyakan abrasi pantai khususnya untuk desa Kuala Karang, namun jawaban dari dinas bahwa itu anggaran nya masih belum turun. Tau-tau rupanya tahun 2022 ini bukan di desa saya yang di prioritaskan yang sudah di desain kemaren, tapi adalah desa pemangkat,” tutur Ibrahim.

Ibrahim menyayangkan karena tidak ada perhatian terhadap desanya, yang pantainya berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan.

 

” Dari tahun 1972 sampai sekarang tahun 2021 sampai 2022 ini sudah 1500 meter abrasinya masuk kedalam, baru-baru ini terjadi lagi bencana abrasi pantai dan itulah yang sangat saya kesalkan, kenapa…? terutama dari pihak pemprov provinsi kalimantan barat seakan-akan tidak memperhatikan untuk desa saya, padahal saya sama juga warga, rakyat yang sangat membutuhkan,”terang Ibrahim kesal.

Lebih lanjut dikatakannya, jika keadaan yang sedang terjadi tidak segera diatasi, maka 10 tahun ke depan desanya akan lenyap.

” Saya yakin, kalau 10 tahun kedepan desa saya sudah tidak ada lagi hanya tinggal nama saja kalau tidak cepat-cepat di tanggulangi oleh Pemerintah,khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,”lanjutnya.

Kades menegaskan, jangan ada mau ya aja pejabat datang ke desanya

” Terserah pejabat mau nilai saya baik, mau menilai saya jahat pun saya terima, jangan mau Pilkada, mau Pileg mau Caleg datang ke desa saya berduyun-duyun setelah itu tidak ada lagi datang ke desa saya, terutama dengan wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Kalbar, sampai sekarang tidak ada perhatian nya,” tegasnya.

Penulis: Nov/Ali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.